Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Pengangguran di DIY Didominasi Lulusan SMK

Nasional pengangguran tenaga kerja
Patricia Vicka • 09 November 2019 11:39
Yogyakarta: Jumlah pengangguran di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta per-Agustus 2019 mencapai 69.170 orang. Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menduduki peringkat pertama yang paling banyak menganggur.
 
Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi DIY Sriyati menjelaskan jumlah lulusan SMK yang menganggur per-Agustus 2019 sebanyak 19.450 orang. Peringkat kedua diduduki oleh lulusan SMA yang sejumlah 15.105 orang.
 
"Ketiga adalah lulusan universitas sejumlah 13.142 orang. Yang paling terendah adalah lulusan diploma sejumlah 3.715 orang," kata Sriyati kepada Medcom.id, Sabtu, 9 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sriyati menjelaskan banyaknya lulusan SMK yang menganggur terjadi karena kurangnya keterampilan dan kompetensi para lulusan. Adapula lulusan yang memiliki keterampilan di luar yang dibutuhkan pasar sehingga mereka sulit diserap oleh pasar kerja.
 
Sriyati juga mengatakan tidak semua SMK di DIY memiliki sarana praktik yang memadai.
 
"Karena sarananya ga ada siswa sulit praktek. Padahal siswa SMK butuh banyak praktek biar terampil. Jadinya waktu lulus gabisa langsung kerja," jelas Sriyati
 
Demi mengatasi hal ini, Disnakertrans bekerja sama dengan Disdikpora dan perusahaan swasta untuk melakukan revitalisasi dan perbaikan SMK. Revitalisasi dimulai sejak 2017 hingga 2022.
 
Program revitalisasi diantaranya mewajibkan seluruh lulusan SMK mengikuti uji kompetensi dan memilili ijazah yang berhubungan dengan keterampilan yang digeluti. Untuk itu dibentuklah lembaga sertifikasi yang akan melakulan ujian dan mengeluarkan ijazah.
 
"Jadi kalau dia misal sekolah di SMK Otomotif. Maka dia harus punya ijazah sebagai mekanik. Tandanya dia sudah menguasai permesinan," ungkap Sriyati.
 
Pemda DIY juga bekerjasama dengan perusahaan yang membutuhkan pekerja dengan kualifikasi yang diajarkan di tingkat SMK. Harapannya usai lulus para siswa SMK bisa magang atau bekerja di perusahaan tersebut.
 
Disnakertrans juga memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) yang bertugas untuk meningkatkan skill dan keterampilan masyarakat. BLK kerap mengadakan pelatihan keterampilan seperti menjahit, perhotelan, bahasa Inggris, otomotif dan perias. Para peserta pelatihan wajib mengikuti program pelatihan selama 40 hari.
 
"Mereka akan diajarkan teori. Kemudian disusul dengan praktek kerja. Diakhir acara mereka wajib melakukan uji kompetensi. Kemudian mendapatkan sertifikat atau ijazah," pungkas Sriyati.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif