Ilustrasi. Warga mengambil air dari lubang Telaga Banteng di Desa Melikan, Rongkop, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (18/7). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah.
Ilustrasi. Warga mengambil air dari lubang Telaga Banteng di Desa Melikan, Rongkop, Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (18/7). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah.

Ribuan Warga Kulon Progo Kesulitan Air Bersih

Nasional kemarau dan kekeringan musim kemarau
Medcom • 13 Oktober 2019 09:31
Kulon Progo: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat ada 8.316 warga yang mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Jumlah ini meningkat dari data sebelumnya yang sebanyak dari 4.150 jiwa.
 
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo Suhardiyana mengatakan 8.316 jiwa yang kesulitan air bersih itu tersebar di 116 dusun yang berada di 28 desa. Jumlah ini terbagi dalam delapan kecamatan, yaitu Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Kokap, Pengasih, Girimulyo, Panjatan, Lendah dan Sentolo.
 
"Kami memperkirakan jumlah warga yang kesulitan air bersih lebih dari 8.316 jiwa. Kami terus memantau distribusi air bersih ke masyarakat supaya mereka tetap bisa mencukupi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari," kata Suhardiyanta seperti melansir Antara, Minggu, 13 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan masih banyak masyarakat mengajukan permintaan bantuan air bersih. Tidak hanya dari pedusunan, permintaan penyaluran air juga datang dari sejumlah rumah ibadah dan sekolah.
 
"Jumlah wilayah serta jumlah penduduk yang terdampak, terus mengalami peningkatan. Mata air warga banyak yang sudah mengering," ujarnya,
 
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kulon Progo Astungkoro mengatakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo memastikan kebutuhan air masyarakat akan tetap dipenuhi hingga datangnya musim hujan tiba. Hingga saat ini, klaim dia, sudah tersalurkan 770 tangki air bersih ke masyarakat.
 
Berdasarkan koordinasi Pemda dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan ada kemunduran musim hujan. "Kami memiliki 301 tangki air bersih dan siap disalurkan jika datang permintaan," kata Astungkoro.
 
Astungkoro menjelaskan air menjadi lebih bermanfaat dibandingkan dengan uang di saat musim musim kemarau. Karena itu, pihak desa di Kulon Progo diminta untuk mencadangkan dana kedaruratan yang diambil dari dana desa, untuk keperluan penanganan kekeringan.
 
"Selain untuk membuat pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat), dana tersebut juga bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warganya," ucap Astungkoro. (Syahrum Latupono)
 

(AGA)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif