Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Dicky Sondani. Medcom.id/ Andi Aan Pranata.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Dicky Sondani. Medcom.id/ Andi Aan Pranata.

Teroris Jaringan Poso yang Ditangkap Diduga Sudah Siapkan Aksi

Nasional terorisme
Andi Aan Pranata • 11 Agustus 2018 17:36
Makassar: Anggota Detasemen Khusus (Densus) Anti Teror Mabes menangkap empat terduga teroris di wilayah kabupaten Bone dan Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat, 10 Agustus. Terduga teroris kelompok Poso, Sulawesi Tengah tersebut dicurigai merencanakan teror dalam waktu dekat.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Dicky Sondani mengatakan, dugaan berdasarkan temuan barang bukti berupa jerigen berisi 15 kilogram bahan peledak. Bahan yang terbuat dari berbagai zat itu ditemukan tertanam di kebun salah satu tersangka yang ditangkap di Bone.

"Kalau dilihat, barang bukti 15 kilogram itu siap diledakan. Sudah dalam bentuk cairan. Dengan adanya bahan, mereka pasti akan lakukan aksi teror, tidak menutup kemungkinan," kata Dicky di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu, 11 Agustus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Bahan peledak yang disita Densus, kata Dicky, terdiri dari urea dan campuran lain. Bahan tersebut diyakini bakal menghasilkan dampak besar jika diledakan. "Satu kilogram saja bisa menghancurkan rumah. Apalagi 15 kilogram," kata Dicky.

Dicky tak mengungkap di mana kemungkinan tersangka menggelar aksi teror. Mereka sementara diperiksa di Makassar, dan akan diterbangkan ke Jakarta hari ini. Namun berdasarkan penelusuran, empat tersangka banyak terlibat pada kasus teror di Poso, Sulawesi Tenggara.

Dicky menyebutkan, empat tersangka masing-masing berinisial B, M, I, dan R. Mereka disebut terhubung dengan Santoso dan Daeng Koro, yang telah ditembak mati.

Dicky memastikan empat tersangka sebagai warga Sulsel. Mereka kini beraktivitas sebagai petani. Namun polisi melacak mereka terlibat dalam berbagai aksi teror di wilayah Poso, Sulteng, dan sudah lama tergabung dalam jaringan Santoso.

"Empat orang ini sudah ikut dalam berbagai aksi teror sejak tahun 2011. Mereka diduga ikut menyuplai, mengamankan, menyiapkan perlindungan, dan menyiapan bahan peledak," pungkas Dicky.


(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi