Suasana sidang lanjutan kasus pembakaran satu keluarga di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 11 April 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Suasana sidang lanjutan kasus pembakaran satu keluarga di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 11 April 2019. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Pembakar Satu Keluarga di Makassar Divonis Hukuman Mati

Nasional kebakaran rumah pembunuhan kasus narkoba
Muhammad Syawaluddin • 11 April 2019 19:48
Makassar: Majelis hakim Pengadilan Negeri Makassar memvonis mati Andi Muhammad Ilham Agsari dan Zulkifli Amir, terdakwa pembakaran rumah yang menyebabkan satu keluarga tewas di Jalan Tinumbu, Lorong 166B, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Hakim Ketua, Supriyadi mengatakan, keduanya dinyatakan dengan sengaja melakukan pembunuhan berencana. Hal itu berdasarkan keterangan dari saksi dan alat bukti berupa hasil visum dan dikuatkan dengan pernyataan terdakwa.
 
"Dengan ini memutuskan, terdakwa M Ilham alias Ilo dan Sulkifli Amir alias Ramma divonis hukuman mati," kata Supriyadi saat membacakan amar putusan dalam sidang lanjutan kasus pembakaran satu keluarga, di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis, 11 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Otak Pembakar Satu Keluarga di Makassar Dipastikan Bunuh Diri
 
Dalam amar putusan tersebut Hakim menerapkan dakwaan primair pasal 340 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dakwaan itu sebagai tambahan dari pasal pasal 170 ayat 1 dan 2, pasal 351 ayat 2 juncto, pasal 333 ayat 1 dan 2 KUHP.
 
Supriyadi menjelaskan, perbuatan kedua terdakwa menyebabkan hilangnya nyawa enam orang secara bersamaan atau sekaligus. Keduanya juga pernah terlibat dalam kasus tindak pidana lain selain kasus pembakaran di Jalan Tinumbu, 5 Desember 2019 lalu.
 
Dalam pertimbangan hakim yang menambah berat kedua terdakwa adalah salah satu korban yang meninggal akibat pembakaran tersebut anak di bawah umur. Dalam amar putusan itu tidak ada hal yang meringankan keduanya.
 
Sebelumnya, Kedua terdakwa melakukan pembakaran di Jalan Tinimbu, Lorong 1 dan menyebabkan lima rumah hangus dan enam meninggal. Mereka yang meninggal adalah Sanusi, 70, dan Bodeng, 65, pasangan suami istri. Korban meninggal lainnya yaitu putri dan cucu Sanusi yakni, Musdalifa, 30, Fahri, 24, Namira Ramadina, 21, dan Hijas, 2,5.
 
Pembakaran tersebut merupakan buntut dari piutang narkotika, salah satu korban tewas bernama Fahril yang disebut berutang senilai Rp29 juta kepada Akbar Ampuh, gembong narkotika yang tengah mendekam di Lapas Klas I Makassar.
 
Namun, dalam perjalanan kasus tersebut Akbar Ampuh dinyatakan meninggal di Lapas Kelas I Makassar. Otak pembakaran rumah tersebut dinyatakan meninggal karena bunuh diri dengan menggunakan rantai di dalam kamar isolasi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif