Proyek Pengendalian Banjir di Tangerang Dikebut
Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah tinjau lokasi pembangunan rumah pompa dibantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang.
Tangerang: Memasuki musim penghujan Kota Tangerang kerap menjadi langganan banjir. Untuk menanggulanginya Pemerintah Kota akan mengebut pengerjaan pembangunan pusat pengendalian banjir di Kota Tangerang. 

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, pihak pemkot Tangerang telah berkoordinasi dengan Balai Besar Ciliwung-Cisadane terkait pengamanan jalur sungai yang melintas di Kota Tangerang. 

"Kalau musim hujan masih ada dua kelurahan yang tergenang banjir, untuk itu sedang dilakukan penurapan mudah-mudahan akhir tahun bisa dituntaskan, karena masih banyak area-area lain yang belum diturap juga," ujar Arief saat tinjau lokasi pembangunan rumah pompa dibantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang, Kamis, 25 Oktober 2018. 


Arief menjelaskan, pihaknya sudah mengantisipasi wilayah Kecamatan Priuk yang masih sering terkena banjir 3 hingga 4 meter, dengan melakukan penturapan di lokasi, pembangunan rumah pompa, dan pembangunan pintu air. 

"Mudah-mudahan itu mengantisipasi back water dari Sungai Cirarap yang mau masuk ke Kali Ledug. Dari data 2013 ada 33 titik banjir. Sampai akhir 2017 tinggal 9 titik, mudah-mudahan 2018 sampai 2019 bisa kita kurangin lagi," jelas Arief.

Arief menambahkan, hingga saat ini sudah lima kilometer panjang turap yang dibangun dari total tujuh kilometer. Selain itu sisi kiri dan kanan sungai nantinya akan dibangun taman dan jalan.

"Balai besar yang melakukan penturapan, pemerintah kota yang melakukan pengamanan dan pembebasan lahan. Karena rencana pemerintah kota untuk tata ruang di sepanjang Sungai Cisadane akan dibuat water front city nanti menghadap ke sungai, jadi meningkatkan kualitas Sungai Cisadane untuk destinasi wisata," kata Arief.

Arief juga mencermati terkait pencemaran air yang diakibatkan oleh limbah dan sampah di Sungai Cisadane. Ia mengimbau kepada Dinas Lingkungan Hidup, pecinta lingkungan hidup, dan masyarakat untuk ikut mengawasi kebersihan sungai. 

"Di jembatan UNIS kita bikin semacam jaring untuk sampah lalu kita angkut. Karena air yang ada di Sungai Cisadane ini menjadi sumber air baku buat 2 juta masyarakat Kota Tamgerang dan masyarakat Kabupaten Tangerang di wilayah utara seperti Cadas, Sepatan, Teluk Naga, ngambil airnya di Kota Tangerang, makanya sama-sama harus dijaga," paparnya. 

Arief menuturkan, pihaknya telah menawarkan solusi penanganan banjir dengan membangun sumur di perumahan yang kerap dilanda banjir untuk bisa menjadi solusi. 

"Ini kita lagi uji coba salah satu teknik untuk mempercepat resapan air di kawasan permukiman. Namanya Sumur Abas karena yang mengembangkan Pak Abas staf PU Kota Tangerang. Kebetulan ini tempatnya ada di salah satu komplek perumahan, dan alhamdulillah ini kata Pak RW efektif buat mengurangi genangan di sini," kata Arief seraya memberitahu proyek tersebut sudah dibangun di RW 11 Perumahan Banjar Wijaya Kelurahan Poris Plawad Indah.



(ALB)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id