Petugas memeriksa kondisi sapi yang terjangkit PMK/metrotv
Petugas memeriksa kondisi sapi yang terjangkit PMK/metrotv

2 Sapi di Jombang Mati Mendadak Tertular Wabah PMK Ternak dari Gresik

Clicks.id • 12 Mei 2022 14:08
Jombang: Dua ekor sapi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mati mendadak usia dinyatakan positif terkena penyakit kuku dan mulut (PMK). Diketahui, penyebaran virus PMK ini berasal dari sapi Gresik yang baru didatangkan.
 
Dua ekor sapi yang dilaporkan mati akibat terserang penyakit PMK, berada di Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Jombang. Dua ekor sapi yang dilaporkan mati ini, terjadi pada dua hari kemarin dan rata rata masih berumur 5 bulan
 
Sejumlah petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Jombang langsung mendatangi lokasi guna melakukan konfirmasi. Tak itu saja, petugas juga sempat melakukan pemeriksaan pada beberapa sapi yang masih hidup.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari pemeriksaan, petugas menemukan empat ekor sapi lainnya dalam keadaan sakit. Selain mengalami luka di bagian mulut dan berliur, kondisi kaki dan kuku juga terdapat luka melepuh.
 
Baca: Pemkot Surabaya Terjunkan Dokter Hewan untuk Cegah Wabah PMK
 
Kondisi sapi juga diketahui mengalami penurunan nafsu makan. Oleh petugas, seluruh sapi kemudian dilakukan penyemprotan cairan obat obatan. Bahkan guna meminimalisasi angka kematian, petugas meminta seluruh sapi dikarantina dan peternak diminta menjaga kebersihan kandang.
 
Petugas Dinas Peternakan Jombang, Fatkhur Rahman mengatakan, dari data yang ada, penularan penyakit PMK berada di dua lokasi, yakni di Tembelang dan Wonosalam. Sapi sapi yang dinyatakan positif PMK tersebut diketahui tertular dari sapi yang didatangkan dari kawasan pasar hewan Gresik
 
"Yang mati di sini yang dilaporkan ada satu. Anak sapi, karena anak sapi daya tahan tubuhnya masih rendah sehingga angka kematian tinggi jika kena PMK. Awalnya ada sapi yang didatangkan dari Balongpanggang, Gresik. Kemudian menulari sapi yang lainnya. Ini satu titik saja satu kandang, " ujarnya.
 
Petugas meminta agar peternak terus melaporkan kondisi hewan mereka agar bisa segera dilakukan penanganan  dan penyebaran bisa dicegah. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif