ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Tempat Isolasi Pasien Covid-19 di Sleman Penuh

Nasional Virus Korona pandemi covid-19 Protokol Covid-19
Ahmad Mustaqim • 21 November 2020 12:00
Sleman: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo, mengatakan kapasitas dua tempat isolasi pasien covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan penuh. Tempat isolasi di Asrama Haji Jalan Padjadjaran dan Rumah Susun Gemawang juga tak mampu menampung pasien baru.
 
"Baik Asrama Haji maupun Rusunawa Gemawang sudah penuh. Masih kamar (isolasi) tapi fasilitasnya rusak," kata Joko saat dihubungi, Sabtu, 21 November 2020.
 
Baca: PSBB Kabupaten Bogor Perketat Potensi Kerumunan Massa

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Joko menjelaskan Asrama Haji sudah terisi 95 persen. Ia mengatakan ada tiga kamar sisa dari total 134 kamar, namun fasilitasnya seperti saluran airnya rusak.
 
Sementara Rusinawa Gemawang dari ketersediaan 74 kamar tinggal satu yang kosong. Situasi itu dinilai tak memungkinkan bila terjadi penambahan kasus covid-19 baru.
 
"Belakangan ini terjadi peningkatan jumlah kasus positif di DIY, terutama Sleman. Kemarin ada 59, kemudian 15. Meski turun tetap harus kita antisipasi," jelas Joko.
 
Menurut Joko Pemerintah Kabupaten Sleman telah berkomunikasi dengan pimpinan rumah sakit yang jadi rujukan perawatan pasien covid-19. Ia mengatakan rumah sakit bisa merawat pasien covid-19 dengan gejala ringan dan tanpa gejala bila dengan penguatan Surat Keterangan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bernomor 011/9082 yang menyatakan shelter tempat isolasi telah penuh.
 
"Dengan adanya surat itu pihak rumah sakit agar mau menerima pasien covid-19 dengan gejala maupun tidak. Bila tak ada pernyataan penuh Dinkes, khawatir gak bisa diklaim kan ke Kemenkes (Kementerian Kesehatan) yang verifikatornya BPJS," ungkapnya.
 
Selain itu rencananya akan membuka tempat isolasi memakai bangunan milik Kementerian Dalam Negeri di Kecamatan Kalasan. Tambahan shelter itu bisa dimanfaatkan selama shelter yang lain penuh.
 
"Misalnya ruang ada, tenaga belum ada. Bisa dengan rekrutmen relawan untuk pelayanan. Kami juga sudah komunikasi dengan Pemerintah DIY yang rencananya membuka faskes daturat untuk tambahan alternatif merawat pasien di Sleman," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif