Siswa SMP di Jepara saat usai mengikuti simulasi PTM.
Siswa SMP di Jepara saat usai mengikuti simulasi PTM.

66 SMP di Jepara Gelar Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Nasional Virus Korona protokol kesehatan Pembelajaran Tatap Muka
Rhobi Shani • 30 November 2020 14:18
Jepara: Sebanyak 66 sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM). Itu dilakukan untuk mengtahui kesiapan sekolah melaksanakan PTM.
 
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Agus Tri Harjono, mengatakan simulasi PTM juga dimanfaatkan sekolah untuk menggelar ujian akhir semester. 
 
“Simulasi ini kami tekankan kepada sekolahan yang benar-benar siap. Jika ada pelanggaran protokol kesehatan atau ada situasi yang tidak diinginkan di masing-masing satuan pendidikan, keesokan harinya, sekolah dimaksud tidak boleh lagi ikut simulasi,” ujar Agus, Senin, 30 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Klaster Perkantoran Merusak Apresiasi Jokowi Atas DIY
 
Simulasi PTM akan berlangsung selama 11 hari, dimulai hari ini. Namun, bila penyebaran dan penularan virus corona covid-19 terus naik, simulasi PTM dihentikan. Simulai dimulai dari siswa memasuki kawasan sekolahan. Mengikuti proses PTM, kemudian siswa keluar dari sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan.
 
Pantauan Medcom.id, usai dilaksanakan simulasi PTM terjadi kerumunan di depan sekolah. Sejumlah siswa nampak berkerumun membeli makanan di pedagang keliling. Ada juga siswa nampak bergerombol menunggu dijemput orang tua.
 
Kondisi itu diakui Agus. Terjadinya kerumunan lantaran jeda waktu simulasi antarrombongan belajar telalu dekat. Simulasi PTM dilakukan dua sif. Pertama dimulai pukul 07.30 sampai pukul 08.30. Sif kedua dimulai satu jam berikutnya.
 
“Karena yang sif kedua ini sudah kepingin ke sekolah, sementara sif yang pertama belum selesai, jadi siswa ini tidak bisa masuk sekolah dan menumpuk di depan sekolahan. Akan kami evaluasi, mungkin jarak waktu antarsif ini ditambah,” kata Agus. 
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif