ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Seorang Anggota Satpol PP di Mojokerto Jadi Korban Penganiayaan

Nasional Penganiayaan
Medcom • 24 Oktober 2021 00:31
Mojokerto: Seorang anggota Satpol PP yang berdinas di pemda Mojokerto diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang laki-laki. Penganiayaan tersebut terjadi di pos penjagaan kantor Wali Kota Mojokerto.
 
Menurut informasi yang dihimpun, penganiayaan terhadap anggota Satpol PP berinisial AAW, 29, tersebut diduga dilakukan seorang anggota TNI.
 
Baca: Ganjar Pranowo: Santri Mesti Inovatif dan Memiliki Andil dalam Pembangunan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat kejadian, terduga pelaku datang ke kantor Wali Kota Mojokerto di Jalan Gajah Mada dan menemui AAW yang sedang berjaga di pos. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka di bagian kepala.
 
Berdasarkan kronologi yang ditulis AAW yang diterima Medcom.id, peristiwa itu bermula saat korban berjaga di pos pintu masuk Pemkot Mojokerto, pada sekitar pukul 17.30 WIB, Jumat, 22 Oktober 2021.
 
Saat itu korban melihat seorang pengendara motor ibu dan anak terlibat kecelakaan menabrak kendaraan di depannya hingga terpental persis di jalan putar balik depan kantor pemkot, melihat kecelakaan ini, korban berinsiatif untuk menolongnya.
 
"Saya menolong dengan mendirikan sepeda motor, malah ibu itu datang marah-marah dan menuduh saya menabraknya. Kok malah saya yang dituduh, padahal saya bantu dikira saya yang menabrak," ungkap AAW.
 
Melihat kejadian tersebut, warga dan sukarelawan pengatur lalu lintas yang melihatnya mencoba meluruskan kronologi penyebab kecelakaan tersebut. Perempuan ini diberikan penjelasan, bahwa korban sebenarnya berniat menolong bukan yang menjadi penyebab kecelakaan.
 
Agar tidak terjadi percekcokan di jalan, korban berniat mendamaikan kedua belah pihak yang terlibat kecelakaan. Setelah korban memintai KTP, ibu yang terlibat kecelakaan tersebut justru marah-marah.
 
"Ibu itu marah-marah (bilang) nanti saya ke sini. Persis pukul 20.45 WIB ibu itu datang sama suami dan temannya yang mengaku anggota TNI dan tanpa basa basi habisi (memukuli) saya," bebernya.
 
Akibat penganiayaan tersebut, korban yang terluka parah pada bagian kepala sempat dirawat di UGD RSUD Prof Dr Wahidin Soediro Husodo pada sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu, 23 Oktober.
 
Secara terpisah, Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, mengatakan dari peristiwa tersebut pihaknya telah melapor ke Satreskrim Polres Mojokerto Kota.
 
"Saat itu juga kami langsung menghubungi dan melaporkan kejadian penganiayaan ini pada Satreskrim Polres Mojokerto Kota" ungkap Dodik.
 
Dari laporan tersebut polisi menindaklanjuti dengan mendatangi korban  lokasi terjadinya penganiayaan. "Setelah didatangi ke TKP, melihat beberapa foto ternyata memang penganiayaan itu dilakukan oleh oknum TNI sehingga Kepolisian menyerahkan pada Garnisun," ungkap Dodik.
 
Meski kedua belah pihak antara korban dan pelaku sempat berdamai akan menyelesaikan dengan cara kekeluargaan dan membubuhkan tanda tangan di kertas tanpa materai di kantor Garnisun.
 
Namun pihaknya menegaskan penganiayaan hingga melukai anak buahnya ini agar diusut tuntas sesuai hukum.
 
"Kami menyampaikan via surat tertulis, kami mohon untuk tetap diproses sesuai peraturan perundangan yang berlaku baik militer maupun sipil, karena sudah terjadi penganiayaan yang itu dilakukan di pos Satpol PP di Pemkot," bebernya.
 
Pihaknya kini mengumpulkan barang bukti lain berupa rekaman kamera CCTV yang berada di pos penjagaan Satpol PP Pemkot Mojokerto. "Info yang kami terima dua orang yang mendatangi Angga (Korban)," ujarnya.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif