Aktivitas wargadi kawasan keramaian seperti di Pasar Gamalama dan Pantai Toboko. FOTO ANTARA/ Abdul Fatah
Aktivitas wargadi kawasan keramaian seperti di Pasar Gamalama dan Pantai Toboko. FOTO ANTARA/ Abdul Fatah

Gempa Bumi Magnitudo 5,2 Guncang Maluku Utara

Nasional gempa Gempa Bumi bencana alam
Antara • 22 September 2021 21:19
Jakarta: Gempa bumi magnitudo 5,2 melanda wilayah Provinsi Maluku Utara sekitar pukul 19:03:31 WIB, Rabu, 22 September 2021. Gempa terjadi akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Laut Maluku.
 
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diterima, pusat gempa terletak pada koordinat 1,9 lintang utara (LU) dan 126,57 bujur timur (BT), tepatnya pada jarak 136 kilometer ke arah barat laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dengan kedalaman 42 kilometer.
 
Baca: Awal Oktober, SMA di Bali Wajib PTM Terbatas

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh BMKG, setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya disebutkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal dengan pusat gempa berada di bawah laut.
 
Selanjutnya hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault) dan tidak berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami.
 
Hasil monitoring BMKG menyebutkan, aktivitas gempa bumi susulan (after shock) baru terjadi sebanyak satu kali dengan Magnitudo sebesar 3,2.
 
Dampak yang timbul akibat gempa tersebut adalah benda-benda ringan yang digantung menjadi bergoyang dan guncangan gempa sempat dirasakan oleh masyarakat yang berada di daerah Manado dan Ternate dengan skala II MMI (Modified Mercalli Intensity).
 
Hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat yang menyatakan adanya kerusakan akibat gempa tersebut. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai terjadinya gempa susulan dan tetap tenang.
 
Selain itu masyarakat diharapkan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG juga meminta masyarakat supaya menghindari bangunan yang retak atau rusak, memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa serta memeriksa apabila terjadi kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif