Hasil swab antigen terdeteksi 56 pengungsi korban terdampak tanah longsor di Kampung Cingkeuk, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Antara.
Hasil swab antigen terdeteksi 56 pengungsi korban terdampak tanah longsor di Kampung Cingkeuk, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Antara.

56 Pengungsi Longsor di Cianjur Positif Covid-19

Nasional longsor Virus Korona covid-19 pandemi covid-19
Media Indonesia.com • 18 Juni 2021 09:59
Cianjur: Sebanyak 56 orang pengungsi korban terdampak tanah longsor di Kampung Cingkeuk, Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpapar covid-19. Kondisi tersebut diketahui setelah dilakukannya tes cepat antigen kepada warga pada Kamis, 17 Juni 2021.
 
Camat Cibeber, Ali Akbar, menyebutkan jumlah pengungsi yang menjalani tes cepat antigen terdata sebanyak 91 orang. Hasilnya, terdapat 56 orang yang reaktif. 
 
"Sebetulnya di tempat pengungsian yang di madrasah ibtidaiyah (MI) itu ada 100-an orang lebih. Tapi karena sebagian ada yang sudah kembali ke rumahnya masing-masing, jadi hanya ada 91 orang yang menjalani rapid test antigen," terang Ali dihubungi Media Indonesia, Jumat, 18 Juni 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hasil kesepakatan rapat dengan unsur Forkopimcam Cibeber, kata Ali, pengungsi yang reaktif covid-19 saat ini menjalani isolasi mandiri di tempat pengungsian. Hal itu dilakukan sambil mencari tempat isolasi mandiri yang lebih representatif. 
 
"Sementara masih menggunakan bangunan MI yang saat ini jadi tempat pengungsian," jelasnya.
 
Selanjutnya, tim gabungan kesehatan akan menyasar warga lainnya yang sudah kembali ke masing-masing rumah mereka. Hal itu untuk mempercepat pelacakan dan penelusuran.
 
"Termasuk melakukan pemeriksaan serupa bagi pengungsi lainnya di tempat yang berbeda. Pada bencana longsor beberapa waktu lalu, memang warga yang mengungsi kami tempatkan di dua lokasi," beber Ali. 
 
Baca: Terpapar Covid-19, Sekda Jabar Jalani Isolasi Mandiri
 
Ali mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Tujuannya meminta bantuan segera alat pemeriksaan tes usap untuk mendeteksi. 
 
"Kita akan mempercepat testing agar bisa terdeteksi warga yang berpotensi terpapar," lanjut dia. 
 
Ali belum bisa memastikan sumber penyebab terpaparnya puluhan orang pengungsi warga Kampung Cingkeuk. Tapi praduga sementara bisa disebabkan dari berbagai kemungkinan. Salah satunya karena keluarga korban bencana dari luar daerah datang menjenguk. 
 
"Tapi kemungkinan ini kecil. Bisa jadi juga disebabkan aktivitas masyarakat sendiri karena masih ada yang bekerja atau melakukan aktivitas," tutur Ali. 
 
(SYN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif