Petugas medis menggelar rapid test covid-19 dengan sampel darah yang telah diambil secara door to door dari sejumlah kecamatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Foto: Antara/Paramayuda
Petugas medis menggelar rapid test covid-19 dengan sampel darah yang telah diambil secara door to door dari sejumlah kecamatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 26 Maret 2020. Foto: Antara/Paramayuda

Papua Tunggu Kedatangan 9.600 Alat Rapid Test

Nasional Virus Korona
Roylinus Ratumakin • 29 Maret 2020 01:48
Jayapura: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Korona Virus (Covid-19) Papua Silwanus Sumule mengatakan pihaknya masih menunggu kedatangan alat rapid test dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Alat itu diharap bisa segera tiba di 'Bumi Cenderawasih'.
 
“Kami berharap besok atau lusa rapid test tersebut sudah berada di Jayapura (Dinas Kesehatan Papua) sehingga kimi bisa melakukan distribusi ke kabupaten dan kota yang saat ini penyebaran ODP-nya (orang dalam pemantauan) banyak,” kata Silwanus saat dihubungi, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Menurut dia, awalnya pihaknya meminta 2.600 alat rapid test. Saat ini, alat itu masih berada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pihaknya kemudian mendapat informasi ada penambahan alat menjadi 9.600 unit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita berharap semua seperti itu agar proses tes bisa dilakukan sesegera mungkin untuk mengetahui berapa jumlah masyarakat yang sudah positif dan berapa yang negatif,” kata dia.
 
Dengan pemeriksaan cepat, kata Silwanus, petugas bisa lebih fokus menangani pasien yang terbukti positif covid-19. Masyarakat pun diharap mematuhi imbauan pemerintah untuk menekan penyebaran virus korona.
 
Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, meminta publik menjaga jarak sosial (social distancing). Dosinaen menyatakan imbauan Pemerintah Provinsi Papua ini efentif mengurangi risiko penularan dan membendung pandemi covid-19 di Papua. Virus ini tidak boleh diremehkan.
 
“Sifat malas tahu ini yang harus dihilangkan. Jangan anggap enteng,” kata Dosinaen.
 
Papua Tunggu Kedatangan 9.600 Alat <i>Rapid Test</i>
Petugas Satgas Covid-19 menyemprot disinfektan di Pasar Remu Kota Sorong, Papua Barat, Rabu, 25 Maret 202. Foto: Antara/Olha Mulalinda
 
Baca: ODP di Papua Meningkat Jadi 2.057
 
Ia menegaskan pihaknya tidak segan menindak warga yang masih mengunjungi tempat keramaian tanpa kepentingan yang jelas. Warga diminta menghentikan kebiasaan nongkrong atau mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang.
 
“Mulai malam ini saya akan perintahankan Satuan Polisi Pamong Praja untuk melakukan patroli. Jangan sampai ada masyarakat yang keluyuran atau kumpul-kumpul. Harus ada sanksi terkait ini, apalagi sudah ada instruksi gubernur,” kata Dosinaen dengan tegas.

 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif