Kepala Dinas Kesehatan Kab. Jombang, Subandriyah
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Jombang, Subandriyah

3 Klaster Penyebaran Covid-19 di Jombang

Nasional Virus Korona
Amir Zakky • 10 April 2020 18:49
Jombang: Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jombang, Jawa Timur, menemukan ada tiga klaster dalam kasus penyebaran virus korona (covid-19) di wilayahnya. Tiga klaster tersebut terdiri dari klaster sukolilo, klaster Bekasi, dan klaster umrah
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Subandriyah, mengatakan tiga klaster penyebaran diketahui setelah timnya melakukan tracking terhadap seluruh pasien yang sudah dinyatakan positif covid-19. Masing-masingnya, ditemukan berdiri sendiri dan merupakan kasus dengan transmisi luar.
 
“Kebetulan yang ada di kita berasal dari klaster luar negeri (umrah), klaster Sukolilo, dan klaster Bekasi," kata Subandriyah, Jumat, 4 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Subandriyah mengatakan, ketiga klaster itu penyebarannya ditemukan di Kecamatan Jombang dan Ploso. Khusus, klaster sukolilo, tim dinas kesehatan juga menemukan ada 11 orang yang diduga pernah berinteraksi dengan pasien.
 
“Klaster sukolilo ini laki-laki usianya 50 tahun. Dari tracking, ada 11 orang yang kini kita awasi secara ketat. Tapi status mereka, masuk kategori OTG atau orang tanpa gejala,” katanya.
 
Sedangkan untuk klaster umrah, lanjut Subandriyah, merupakan seorang perempuan berusia 55 tahun, warga asal Kecamatan Jombang. Pasien dengan kode 01 tersebut, kini sudah menjalani isolasi mandiri di rumah.
 
Sedangkan pasien klaster Bekasi saat ini masih dirawat di RSUD Jombang. “Yang klaster Bekasi, pasien dengan kode 05 seorang perempuan berusia 51 tahun, warga asal Kecamatan Ploso. Keduanya kini masih menunggu hasil swab yang kedua. Kita berharap hasil swab nanti negatif dan pasien bisa dinyatakan sembuh total,” harapnya.
 
Sementara, Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pandemi Covid-19 Kabupaten Jombang Budi Winarno sempat mengklarifikasi data rilis yang sempat dikeluarkan sebelumnya. Rilis yang menyebut pasien positif merupakan pasien laki-laki berusia 37 tahun, warga asal Kertosono, Kabupaten Nganjuk, ada kekeliruan input.
 
“Setelah berkordinasi dengan gugus tugas provinsi, ada kekeliruan. Jadi, kami klarifikasi bahwasanya pasien ketiga yang terkonfirmasi positif itu berasal dari ODP (orang dalam pantauan), yang kita ketahui berasal dari klaster sukolilo,” pungkas Budi.
 
Hingga saat ini, data terbaru di Jombang pada 10 April 2020, tercatat ada 5.882 orang dalam resiko (ODR), 449 orang dalam pemantauan (ODP), enam pasien dalam pengawasan (PDP), dengan satu di antaranya dinyatakan meninggal.
 

(ALB)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif