Sidak peternakan di Cirebon untuk antisipasi penyebaran PMK
Sidak peternakan di Cirebon untuk antisipasi penyebaran PMK

Sidak ke Peternakan, Polresta Cirebon Pastikan Belum Ada Sapi Terjangkit PMK

Nasional penyakit aneh Hewan Ternak penyakit menular sapi Jawa Barat Penyakit Mulut dan Kuku
Ahmad Rofahan • 13 Mei 2022 17:51
Cirebon: Polresta Cirebon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke peternakan hewan di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Jumat 13 Mei 2022.  Sidak melibatkan UPTD Puskeswan Ciledug dalam rangka mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, khususnya sapi. 
 
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, melalui Kasat Binmas, Kompol Tri Silayanto mengatakan, sidak tersebut untuk memastikan kesehatan hewan yang nantinya akan dikonsumsi masyarakat Kabupaten Cirebon. 
 
Pihaknya sengaja melibatkan dokter hewan dari UPTD Puskeswan Ciledug untuk memastikan kondisi hewan ternak tersebut sehat dan aman untuk dikonsumsi. Kegiatan tersebut juga untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran wabah PMK di Kabupaten Cirebon. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan seluruh hewan ternak di peternakan ini kondisinya sehat dan tidak ada yang terjangkit PMK. Kami mengimbau masyarakat segera melapor ke puskeswan terdekat jika menemukan hewan ternak yang diduga terjangkit PMK," kata Tri. 
 
Baca: Sepekan Lebih Ratusan Sapi Tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya
 
Sementara Medic Veteriner UPTD Puskeswan Ciledug, Edi Purnomo, mengatakan, seluruh hewan ternak yang diperiksa di peternakan Kecamatan Gebang kondisinya dipastikan sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda terjangkit PMK. 
 
"Hewan ternak di sini yang baru datang dari luar juga hampir semuanya telah melewati masa inkubasi selama 14 hari. Sehingga Insya Allah secara klinis hewan di sini aman dari PMK dan layak konsumsi," ujar Edi. 
 
Menurutnya, gejala klinis wabah PMK yang menyerang saat ini di antaranya demam selama 3 hingga 5 hari. Kemudian diikuti dengan munculnya lesi ataupun melepuh pada area nostril, lidah, gusi, dan terdapat luka di kuku hewan ternak. 
 
Namun, pihaknya memastikan penyakit tersebut tidak bersifat zoonosis atau tidak menular ke manusia dan hanya menular antar hewan. Ia mengakui meski hanya menular antar hewan kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangatlah besar. 
 
Pasalnya, dapat menyebabkan menyusutnya berat badan hewan ternak, menyusutnya populasi dan juga menurunnya produksi susu. Selain itu, penyakit tersebut juga hanya bisa dicegah dengan cara vaksinasi terhadap hewan ternak. 
 
"Kami mengimbau apabila terjadi wabah PMK ataupun ditemukam gejala PMK pada hewan ternak, mohon masyarakat segera melapor kepada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon dan menghubungi UPTD Puskeswan terdekat," kata Edi.

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif