Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, saat memberikan penghargaan kepada dua orang nelayan penolong korban laka laut, di Lapangan Satya Haprabu, Mapolres Malang, Senin 27 Juni 2022/Dok. Polres Malang.
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, saat memberikan penghargaan kepada dua orang nelayan penolong korban laka laut, di Lapangan Satya Haprabu, Mapolres Malang, Senin 27 Juni 2022/Dok. Polres Malang.

Bertahan di Boks Ikan, 3 Nelayan Asal Malang Terombang-ambing 8 Hari di Samudra Hindia

Daviq Umar Al Faruq • 27 Juni 2022 13:25
Malang: Tiga orang nelayan asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan terombang-ambing selama delapan hari di Samudra Hindia Selatan. Beruntung ketiganya berhasil diselamatkan.
 
Tiga nelayan tersebut antara lain nahkoda, Jauhari dan anak buah kapal (ABK), Adi Nur Maulana serta Zaini. Ketiganya berasal dari Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
 
Ketiga nelayan ini berhasil diselamatkan oleh dua nelayan yang tengah melaut, yakni Bahtiar dan Asran. Korban pertama yang berhasil diselamatkan adalah nahkoda, Jauhari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jauhari ditemukan pada Jumat,13 Mei 2022 dan langsung dievakuasi oleh KMN Mega Buana ke Sendang Biru. Sedangkan korban Adi Nur Maulana dan Zaini baru ditemukan keesokan harinya, Sabtu 14 Mei 2022, setelah warga bersama petugas Sat Polair Polres Malang dan Pos AL Sendang Biru mendapat kabar dari Jauhari.
 
"Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada bapak Bahtiar dan bapak Asran, beliau berdua adalah nelayan yang telah membantu tugas kepolisian dalam menangani korban laka laut," kata Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat, saat memberikan penghargaan kepada dua orang nelayan penolong korban laka laut, di Lapangan Satya Haprabu, Mapolres Malang, Senin 27 Juni 2022.
 
Baca: 5 ABK Korban Hilang Tenggelamnya LCT Anugrah, Diduga Terjebak Dalam Kapal

Ferli menerangkan, peristiwa ini berawal saat para korban berangkat melaut menuju Rumpon yang berjarak 103 mil dari Dusun Sendang Biru dengan menggunakan KMN Evaldi 01 pada Rabu, 4 Mei 2022 lalu. Namun, setelah tiba di Rumpon, pada Jumat 6 Mei 2022, terjadi kecelakaan, sekitar pukul 01.30 WIB.
 
Kapal KMN Evaldi 01 ditabrak oleh jenis kapal sekoci tidak dikenal di sisi haluan kiri depan dan 30 menit kemudian kapal tersebut tenggelam. Setelah itu para korban berupaya menyelamatkan diri dengan menaiki boks ikan kurang lebih selama delapan hari.
 
"Kita tahu bahwa pantai kita termasuk dalam gugus pantai selatan, yang memiliki arus luar biasa. Sudah beberapa kali kita menemukan kasus laka laut dan juga korban tenggelam yang menyebabkan korban jiwa," ujarnya.
 
Sementara itu Bahtiar, salah satu nelayan yang menyelamatkan korban, mengucapkan terimakasih kepada Polres Malang yang telah memberikan penghargaan ini.
 
"Kami tak menyangka akan mendapatkan perhargaan ini padahal niat kami adalah menolong. tapi, di mata Pak Kapolres itu adalah peduli kemanusiaan dan telah membantu tugas kepolisian," katanya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif