Enam Poin Penting bagi Penerima THR
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Tangerang: Hak tunjangan hari raya bagi pekerja telah tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dalam aturan tersebut, sejumlah poin penting mesti diperhatikan bagi pekerja dan perusahaan.

"Ada enam poin penting yang mengatur tentang THR," kata Kepala Bidang Hubungan Industrial Disnaker Kota Tangeran Selatan Rohidin, Selasa, 5 Juni 2018.

Pertama, hak THR diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih.


“Dengan kriteria pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu,” katanya.

Kedua, besaran THR bagi pekerja yang telah mengabdi selama 12 bulan atau secara terus menerus diberikan satu bulan gaji.

Sementara, pekerja yang mempunyai masa kerja selama sebulan atau terus menerus tapi kurang dari satu tahun diberikan THR secara proporsional. Yakni, masa kerja per satu tahun dikalikan satu bulan gaji.

“Ketiga, bagi pekerja berdasarkan perjanjian harian lepas upah satu bulan ada hitungannya. Pekerja yang telah mempunyai masa kerja selama 12 bulan atau lebih, upah sebulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima selama setahun terakhir sebelum hari raya keagamaan,” ucapnya.

Poin ketiga huruf b, lanjut Rohidin, hak THR diberikan kepada pekerja yang mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan,perhitungan itu berdasarkan rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama masa kerja.

Poin penting keempat lanjut dia, bagi perusahaan dalam menetapkan nilai besaran THR disesuaikan dengan kesepakatan tertulis dengan pekerja. THR diberikan satu kali dalam setahun sesuai dengan hari raya keagamaan.

"THR diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan," ucap Rohidin.

Rohidin menjelaskan, pihaknya baru saja membuka posko pengaduan Tunjangan Hari Raya.  Posko ini diperuntukkan bagi pekerja untuk bisa langsung datang dan melapor bila perusahaan tempatnya bekerja membandel.

Pemberian uang lebaran bagi setiap pekerja ini lanjut Raohidin, merupakan amanat Permenakertrans Nomor 06 Tahun 2018 tentang THR. Adapun di tingkat Kota Tangsel diatur dalam Surat Edaran Nomor 568/442-Disnaker tentang Pembayaraan THR Keagamaan.



(SUR)