Bupati Sitaro Pernah 'Tolak' Kedatangan Ratusan Turis
Pertemuan jajaran Kanwil Kemenkumham Sulut bersama Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut Tony Supit (tengah) dalam rangka pengawasan orang asing, Jumat, 18 Mei 2018. Medcom.id/Mulyadi Pontororing
Manado: Bupati Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengaku pernah terpaksa menolak kunjungan 200 turis asal Tiongkok. Turis tersebut rencananya hendak berwisata di kawasan Sitaro.

Bupati Sitaro Tony Supit menolak turis karena fasilitas wisata di daerahnya masih belum memadai. "Terbatasnya jumlah hotel atau kamar dan tidak adanya restoran yang memadai, maka saya pernah menolak tawaran kedatangan 200 orang rombongan turis RRT yang bermaksud wisata laut," kata Supit, Jumat, 18 Mei 2018.

Dia pun berharap, pada April 2019 nanti bandara di Siau sudah bisa dipakai pesawat ATR. Arus investasi dan turis baik domestik maupun asing bisa mengalir ke Sitaro.


"Sitaro terdiri dari 47 pulau yang 10 di antaranya tanpa penghuni. Masing-masing pulau memiliki daya tarik tersendiri," jelas Supit.

Seiring dengan pembangunan bandara, lanjut Supit, pihaknya juga sedang merencanakan pelebaran jalan bandara serta perubahan jalan menjadi berstatus nasional.

"Mudah-mudahan tidak lama lagi, Kabupaten Sitaro sudah siap menerima ratusan turis baik domestik maupun asing," harapnya Supit.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulut Pondang Tambunan menginstruksikan jajarannya merintis kerja sama dengan Pemkab Sitaro guna meningkatkan pelayanan keimigrasian. Misalnya, dengan pembentukan Unit Kerja Keimigrasian (UKK) di Sitaro.



(SUR)