Anggota DPRD Kota Malang Gagah Soeryo Pamoekti. Foto: Medcom.id/Daviq Umar
Anggota DPRD Kota Malang Gagah Soeryo Pamoekti. Foto: Medcom.id/Daviq Umar

Mahasiswa Jadi Anggota DPRD Kota Malang

Nasional dprd
Daviq Umar Al Faruq • 07 September 2019 10:10
Malang: Ada yang unik di antara 45 anggota DPRD Kota Malang periode 2019-2024. Pasalnya, satu anggota dewan masih berusia 22 tahun. Dia adalah Gagah Soeryo Pamoekti, anggota termuda di legislatif Kota Malang.
 
Arek asli Malang itu masih menjalani kuliah semester lima di Universitas Brawijaya (UB). Dia berani terjun ke dunia politik dan berhasil melenggang ke gedung dewan dengan raihan 3.781 suara pada Pileg 2019 di Dapil Klojen.
 
Pria kelahiran 20 Desember 1996 itu resmi menjadi anggota dewan setelah dilantik bersama 44 anggota lainnya, Sabtu, 24 Agustus 2019. Politikus Partai NasDem itu bakal berkuliah sambil menjalankan tugas di kedewanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ditemui Medcom.id, Gagah menceritakan jiwa politiknya sudah tampak sejak duduk di bangku SMP dan SMA. Saat itu dia gemar membaca buku bertema ketidakadilan.
 
Lewat sejumlah literasi itu, Gagah terinspirasi menyuarakan pendapatnya. Berbagai aksi dilakukan olehnya. Mulai aksi demo, musikalisasi puisi dan lainnya.
 
"Karena jiwa saya dulu masih muda kan gampang emosi. Sudah banyak aksi yang saya lakukan waktu itu dengan cara yang sangat pemuda sekali. Contohnya dengan melawan beberapa peraturan yang menurut saya sangat tidak relevan dan tidak efektif untuk diterapkan. Dan itu saya lawan dengan terang-terangan. Gaya khas aktivis begitulah," katanya.
 
Saat masuk kuliah, Gagah mengenal organisasi ekstra kampus (omek). Dia memutuskan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dinilai mampu memfasilitasinya sebagai pemuda yang idealis.
 
Berkecimpung bersama HMI membuat pribadi Gagah semakin terasah. Mahasiswa jurusan Ilmu Hukum ini semakin mampu berpikir secara kritis dan akademis.
 
"Akhirnya lambat laun, ternyata apa yang saya lakukan dulu, seperti demo dan aksi-aksi yang kental dengan gerakan aktivis itu masih belum bisa optimal. Dalam hal ini, yang konkret itu memang harus masuk ke sistem tersebut, ada di dalamnya, dan mengubah apa yang menurut saya itu salah," bebernya.
 
Lewat pemikiran itu, Gagah kemudian berbicara kepada kedua orang tuanya. Dia meminta izin untuk mencalonkan diri pada Pileg 2019. Gayung bersambut, kedua orang tua Gagah mengizinkan.
 
"Bapak saya itu KAHMI, alumni HMI. Saya sudah sungkem minta izin. Apa pun yang terjadi kalau demi kemaslahatan orang banyak, pesannya bapak sama ibu, budal o le (silakan nak)," ungkap putra dari Ketua DPD Partai NasDem Kota Malang, Hanan Jalil itu.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif