Ilustrasi. FR, balita di Sleman, DIY, yang mengalami stunting. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Ilustrasi. FR, balita di Sleman, DIY, yang mengalami stunting. Foto: Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Angka Stunting di Empat Lawang 25 Persen

Nasional stunting
Dwi Apriani • 03 November 2019 13:29
Empat Lawang: Kasus stunting di Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan, cukup tinggi sekitar 25 persen. Padahal angka stunting secara nasional tercatat 37 persen.
 
Pemkab Empat Lawang berupaya menekan angka stunting tersebutu. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Empat Lawang, Hepy Safriani Joncik mengatakan angka stunting masih di bawah nasional.
 
"Kita gerakkan gemar makan ikan. Karena ikan tinggi asupan gizinya, dan mari kita sama-sama bantu pemerintah turunkan angka stunting," ujar Hepy, Minggu, 3 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menerangkan stunting adalah kondisi yang ditandai tinggi badan anak kurang dari tinggi badan normal pada usianya. Ini merupakan masalah gizi yang berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan buah hati.
"Penyebabnya dikarenakan kurangnya perhatian orang tua tentang makanan yang bergizi bagi anak. Apalagi saat ini, anak-anak lebih suka makan makanan yang siap saji dan instan yang mengandung bahan kimia, pengawet dan perasa," imbuhnya.
 
Dia mengajak masyarakat unyuk memenuhi gizi anak-anak dan terapkan perilaku hidup sehat. Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad mengatakan bahwa stunting menjadi program nasional.
 
Dia mengaku banyak kasus stunting di wilayahnya. Namun data yang ada disebut belum diperbarui. Dia telah meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Empat Lawang untuk memperbarui data stunting.
 
"Mudah-mudahan, kalau data stunting sudah kita punya, kita bisa buat program, karena salah satu visi misi kami membuat kemajuan Sumber Daya Manusia," kata Joncik.
 
Ia menambahkan salah satu kemajuan Sumber Daya Manusia dimulai dari kesehatannya. Dia berharap masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat.
 
Dinas Kesehatan Sumatra Selatan Lesty Nuraini megungkap banyak kasus stunting di daerahnya. Di antaranya Banyuasin, Empat Lawang, dan Musi Rawas Utara.
 
"Faktornya karena kemiskinan dan lingkungan yang tidak sehat. Kita lakukan pencegahan dengan menyosialisasikan ke orang tua dengan mengawal 1.000 hari kehidupan anak, sejak hamil hingga lahir dan berusia dua tahun," ungkap dia.
 
Dia mengimbau para ibu harus memperhatikan gizi anak. Dia mengungka penyebab stunting tak hanya karena kemiskinan, tapi juga pengetahuan ibu soal stunting minim.
 
"Sejak masih menyandang calon pengantin, harus mengetahui soal stunting ini. Karenanya kami lakukan sosialisasi di setiap kabupaten/kota terkait ini," jelasnya.
 
Dia yakin angka stunting di Sumsel bisa turun. Pihaknya tengah menggalakan sosialisasi soal stunting.
 
"Kita optimis angka stunting bisa diturunkan," tandasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif