NEWSTICKER
Satreskrim Polresta Tangerang membekuk pelaku pembuat senjata api ilegal di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 28 Januari 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Satreskrim Polresta Tangerang membekuk pelaku pembuat senjata api ilegal di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 28 Januari 2020. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

Pemodifikasi Airsoft Gun Jadi Senjata Api Ditangkap

Nasional senjata api
Hendrik Simorangkir • 28 Januari 2020 17:47
Tangerang: Penyidik Satreskrim Polresta Tangerang menangkap pria berinisial PAG, 50, yang membuat dan menjual senjata api ilegal. PAG yang juga menjual peluru berbagai jenis merupakan pegawai BUMN di wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
 
"Penangkapan tersangka berkat hasil perkembangan kasus sebelumnya yang sudah diungkap dengan menghadirkan dua tersangka EC dan JP di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa, 28 Januari 2020.
 
Ade mengatakan hubungan PAG dengan tersangka sebelumnya yaitu menjual peluru berbagai jenis kepada tersangka EC. Kemudian PAG juga menerima orderan untuk merubah air softgun menjadi senjata api dengan biaya Rp4 juta per senjata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"PAG menawarkan jasa orderan kepada teman dekatnya untuk meng-upgrade air softgun menjadi senjata api. Usaha yang dilakukan oleh tersangka PAG ini sudah berlangsung selama enam bulan. Dijual melalui jasa pengiriman pos," jelas Ade.
 
Ade menambahkan pihaknya berhasil menyita barang bukti antara lain empat buah senjata api yang sudah di-upgrade, 34 senjata replika yang akan di-upgrade dan 1.105 amunisi berbagai jenis kaliber dari tangan tersangka.
 
"Beberapa barang bukti sudah kami sita. Tersangka selama 12 hari PAG belum menunjukan izin resmi dari aparat yang berwenang untuk penguasaan senjata tersebut," ungkap Ade.
 
PAG dijerat dengan pasal 1 ayat 1 UU Darurat no 12 tahun 1951 tentang kepemilikan dan penguasaan senjata api dan amunisi tanpa hak. Dengan ini PAG diancam pidana maksimal hukuman mati, pidana seumur hidup atau 20 tahun penjara.
 
"Kasus perdaran senjata ilegal ini masih kita kembangkan, karena diketahui PAG juga masuk organisasi Perbakin," pungkas Ade.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif