Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Berkas Pembunuhan Taruna Penerbang di Makassar Diserahkan ke Kejaksaan

Nasional pembunuhan Kekerasan di Sekolah
Muhammad Syawaluddin • 07 Mei 2019 15:28
Makassar: Berkas Perkara kasus penganiayaan siswa Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP), Aldama Putra Pangkola, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar oleh Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar.
 
"Sudah, kita limpah, beberapa waktu lalu," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko saat dikonfirmasi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 7 Mei 2019.
 
Indratmoko mengatakan seluruh berkas perkara tersebut saat ini telah berada di Kejaksaan Negeri Makassar (Kejari) untuk dipelajari apakah lanjut ke tahap selanjutnya ataukah masih dikembalikan agar dilengkapi (P19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami masih menunggu P21. Insyaallah minggu depan paling lambat," kata Indratmoko.
 
Baca: Aldama Tewas karena Terlambat Diberi Pertolongan
 
Sejauh ini, polisi hanya menetapkan saru tersangka dalam kasus penganiayaan mengakibatkan siswa penerbangan, Aldama meninggal dunia. Padahal, saat rekonstruksi ada beberapa luka yang tidak terjawab di 54 adegan tersebut.
 
Sehingga, polisi kembali melakukan pemeriksaan terhadap sekitar 20 saksi lagi untuk mencari tahu penyebab luka beberapa bagian pada tubuh Aldama. Namun, tak ada hasil berarti yang diperoleh.
 
Total ada sebanyak 37 saksi yang dimintai keterangan oleh penyidik Polrestabes Makassar untuk mencari tahu penyebab luka tersebut, namun keterangan saksi tidak ada yang mengarah pada tersangka baru.
 
Bahkan, rakaman dari kamera pengawas yang diambil dari kantor sekolah kedinasan tersebut lebih banyak menunjukkan keterlibatan Rusdi. Yang berlangsung di dalam asrama atau barak.
 
Meskipun masih ada kemungkinan kapasitas rekaman CCTV juga sudah mulai bertumpuk karena waktu kejadian yang sudah lewat dari sebulan.
 
"Keterangan saksi-saksi yang menguatkan ke arah penganiayaan lain gak ada, cctv juga gak mendukung untuk ada tersangka lain," katanya.
 
Aldama Putra Pangkola, siswa Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar meninggal setelah dianiaya seniornya. Penganiayaan berawal saat korban dianggap seniornya telah melanggar aturan.
 
Sehingga, seniornya bernama Rusdi, 21, menghukum korban dengan tindakan fisik yang mengakibatkan korban meninggal. Rusdi ditetapkan sebagai tersangka.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif