Personel Satgas Penanganan Covid-19 Medan, Binjai, Deli Serdang (Mebidang) saat melakukan razia penegakan protokol kesehatan. (Foto: MI/Yosep Pencawan)
Personel Satgas Penanganan Covid-19 Medan, Binjai, Deli Serdang (Mebidang) saat melakukan razia penegakan protokol kesehatan. (Foto: MI/Yosep Pencawan)

Satgas Covid-19 Mebidang Tetap Gelar Razia Usai Diserang Preman

Nasional Virus Korona Pencegahan Covid-19 Protokol Covid-19
Media Indonesia.com • 26 Oktober 2020 08:58
Medan: Satgas Penanganan Covid-19 Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang), tetap melakukan razia protokol kesehatan meski sempat mendapat penyerangan oleh sekelompok preman saat menertibkan beberapa tempat usaha di Kompleks Brayan Trade Centre, Jalan Serbaguna Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang, Sumatra Utara, pada Rabu malam, 21 Oktober 2020.
 
“Kejadian penyerangan oleh preman tidak membuat tim kami ciut dan menyurutkan intensitas dalam menegakkan protokol kesehatan,” kata Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Mebidang, Azhar Muliyadi, Minggu, 26 Oktober 2020.
 
Dua hari setelah penyerangan oleh preman tersebut, lanjutnya, pada Jumat dan Sabtu, 23-24 Oktober 2020, satgas kembali merazia kafe, restoran, bar, dan warung kopi. Terhadap tempat-tempat usaha tersebut diberikan teguran tidak tertulis dari petugas karena melakukan pelanggaran ringan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama razia itu, tim satgas juga memberikan sanksi kepada 14 warga yang tidak mengenakan masker. Terhadap mereka, satgas memberikan sanksi fisik," kata dia.
 
Lebih lanjut, Azhar mengatakan ada tiga personel satgas mengalami luka cukup serius dan lima kendaraan operasional tim rusak akibat serangan di lokasi yang ternyata menjadi tempat perjudian.
 
Baca juga:Gubernur Sumut Minta Preman yang Serang Satgas Covid-19 Diusut
 
Pelaksana Tugas Kasubbag Pemberitaan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumatra Utara, Salman Tanjung, yang ikut dalam razia, menambahkan, Satgas Covid-19 Mebidang menggelar razia tidak hanya malam hari, tapi juga di siang hari.
 
“Selain razia dan sosialisasi, Pemprov Sumut juga terus meningkatkan fasilitas kesehatan, terutama laboratorium tes swab PCR. Razia, sosialisasi protokol, dan penambahan lab PCR diyakini telah dapat menekan angka penularan covid-19 di Sumut,” ujarnya.
 
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan terhitung sejak 14 September hingga 21 Oktober 2020, telah melaksanakan 36.024 kali razia penegakan hukum protokol kesehatan covid-19. Dari razia itu terjaring sebanyak 162 pelanggar, dengan nilai denda administrasi mencapai Rp15.480.000.
 
“Kita juga mengenakan sanksi lain terhadap 11.103 pelanggar. Dalam kegiatan razia, tim penegakan hukum protokol kesehatan covid-19 menyasar sejumlah tempat, di antaranya terminal, bandara, atau pelabuhan dengan 1.383 kali razia,” tambahnya.
 
Kemudian, lanjut Sunarto, terhadap mal dan pusat perbelanjaan sebanyak 5.286 kali razia, pasar 3.133 kali, restoran dan rumah makan 4.332 kali, tempat wisata 621 kali, tempat ibadah 1.344 kali, dan tempat umum sebanyak 12.980 kali. (Yoseph Pencawan)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif