Ilustrasi pemakaman pasien covid-19. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi
Ilustrasi pemakaman pasien covid-19. Foto: Medcom.id/Kuntoro Tayubi

Pelanggar PSBB di Sidoarjo Diberi Sanksi Makamkan Pasien Covid-19

Nasional Virus Korona PSBB
Syaikhul Hadi • 14 Mei 2020 23:08
Sidoarjo: Pelaksana tugas Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menyampaikan bakal memberikan sanksi tegas pelanggar PSBB tahap kedua. Pelanggar PSBB bakal diberi sanksi sosial dengan cara membantu dalam pemakaman pasien covid-19 (korona).
 
Berdasarkan keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/219/KPTS/013/2020 dan peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 36 Tahun 2020 tentang perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua Kabupaten Sidoarjo berlaku mulai tanggal 12 Mei – 25 Mei 2020.
 
“Penerapan PSBB tahap kedua lebih ketat lagi dibanding PSBB tahap pertama. Seluruh tempat ibadah dipastikan harus menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah sanksi akan diterapkan, mulai dari sanksi administratif hingga sanksi kerja sosial sudah disiapkan bagi para pelanggar”, ujar Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Nur Achmad Syaifuddin, Kamis, 14 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia melihat, hasil evaluasi PSBB tahap pertama masih banyak pelanggaran yang ditemukan. Mulai dari pelanggaran jam malam hingga penerapan protokol kesehatan di tempat publik seperti pasar dan tempat ibadah.
 
"Temuan pelanggaran yang paling banyak adalah pelanggaran jam malam. Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo sudah menyiapkan sejumlah sanksi, mulai dari sanksi administratif hingga sanksi pidana. Dimana sanksi ini belum dilakukan pada PSBB tahap pertama," tegasnya.
 
Sanksi administratif bagi pelanggar jam malam akan dilakukan penyitaan KTP atau kendaraan, jika masih melanggar maka akan disanksi sosial dengan membersihkan tempat ibadah, membantu di dapur umum, menjaga check point termasuk akan dijadikan relawan di desa. Sanksi sosial lain yang jadi alternatif yakni pelanggar PSBB membantu proses pemakaman pasien covid-19.
 
"PSBB tahap kedua ini sanksinya lebih tegas dari PSBB sebelumnya. Jadi, warga diharap mematuhi aturan PSBB," tambah Kepala Bagian Operasional Polresta Sidoarjo, Kompol. Mujito.
 
Pelanggaran lain seperti tidak memakai masker juga akan disanksi dengan penyitaan KTP atau kendaraannya. Sedangkan pelanggaran kategori pelaku usaha mulai dari sanksi teguran hingga pencabutan izin usaha.
 
Polresta Sidoarjo juga akan menerapkan sanksi pidana bagi para pelanggar PSBB tahap kedua ini jika diperlukan. Pemberlakukan sanksi pidana akan jadi opsi terakhir.
 
Gugus Tugas setiap malam mulai pukul 21.00 wib – 04.00 wib akan melakukan penyisiran atau razia di seluruh wilayah kabupaten Sidoarjo. Warga yang keluar rumah dengan tujuan keluar desa harus menunjukkan surat keterangan dari RT/RW kepada petugas yang berjaga di check point.
 
"Kami memfokuskan ke desa/kelurahan, oleh karena itu kami memberikan kewenangan ke tingkat desa RT/RW, sebelumnya di posko sudah dilakukan pengecekan untuk memfilter orang luar yang masuk kampung dan sekarang kita lakukan memfilter orang kampung yang keluar lewat surat keterangan dari RT/RW)," jelasnya.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif