Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan pemeriksaan karantina pada lalu lintas hewan dan produknya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik S
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan pemeriksaan karantina pada lalu lintas hewan dan produknya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik S

Mentan Cek Pengawasan Lalu Lintas Produk Pertanian

Nasional pertanian virus korona
Hendrik Simorangkir • 03 Februari 2020 16:50
Tangerang: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengecek karantina lalu lintas hewan dan produk di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pengawasan dilakukan untuk antisipasi masuknya virus korona melalui kelelawar.
 
"Informasi dari lembaga kesehatan hewan dunia (OIE) penyakit pernapasan akut korona yang tengah mewabah ini akibat virus novel korona (2019-nCov). Data urutan genetiknya virus ini adalah kerabat dekat CoV lain yang ditemukan beredar dipopulasi kelelawar Rhinolophus (Kelelawar Horseshoe)," ujar Syahrul di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 3 Februari 2020.
 
Dia menjelaskan pengawasan terhadap lalu lintas sumber hewan yang masuk ke Indonesia harus diperketat. Sehingga bisa mengantisipasi potensi dari reservoir hewan virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini yang menjadi perhatian, khususnya bagi jajaran Karantina Pertanian. Untuk terus memantau kondisi terkini dari organisai resmi dan mengantisipasi kesehatan dan keaamanan dari media pembawa hama penyakit baik hewan dan tumbuhan. Pengawasan harus diperkuat," bebernya.
 
Mentan berpesan kepada seluruh jajaranya di bandara international dan pelabuhan internasional untuk mempersiapkan alat pelindung diri dan menyesuaikan standar operasional sesuai standar WHO. Dia menambahkan petugas karantina juga diwajibkan lebih maju dalam mengantisipasi virus korona.
 
"Lakukan disinfeksi pada media pembawa dari seluruh pesawat negara terkena wabah ataupun transit. Periksa dengan teliti dan lakukan penahanan semua media pembawa yang tidak memenuhi persyaratan," jelasnya.
 
Dia memastikan akan memusnahkan hewan yang dideteksi terjangkit korona sesuai prosedur hukum. Pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.
 
"Agar kita dapat lakukan pengawasan yang maksimal terhadap potensi pembawa penyakit," jelasnya.
 
Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil menuturkan Coronavirus (CoV) adalah keluarga virus RNA (asam ribonukleat). Mereka disebut coronavirus karena partikel virus menunjukkan karakteristik 'korona' (mahkota) protein lonjakan di sekitar amplop lipidnya.
 
"Infeksi CoV sering terjadi pada hewan dan manusia. Beberapa strain CoV adalah zoonosis, artinya mereka dapat ditularkan antara hewan dan manusia, tetapi banyak strain tidak zoonosis," ungkap Jamil.
 
Pihaknya telah melakukan kesiagaan dengan empat langkah. Langkah pertama, lanjutnya, melakukan pengawasan dan tindakan karantina terhadap lalulintas Media Pembawa yang berisiko tinggi sebagai penular CoV/2019-nCoV berupa anjing, kucing, hewan pengerat, kelelawar, dan unggas.
 
Tindakan kedua, pihaknya akan melakukan disinfeksi terhadap hewan dan peralatan yang menyertai seperti kandang, dan tempat penampungan hewan lainnya, dengan menggunakan disinfektan berbahan aktif ether alcohol 75 persen, klorin, peroxyacetic acid dan chloroform.
 
"Ketiga melakukan mitigasi risiko terhadap negara asal, negara transit, kargo manifes dan barang bawaan penumpang. Terakhir itu kami melakukan monitoring dengan mengambil sampel swab mukosa saluran pernafasan untuk dilakukan uji laboratorium yang memiliki kompetensi uji virus korona," jelasnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif