Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.

Berbagai Motif Klithih di Yogyakarta

Nasional penganiayaan
Ahmad Mustaqim • 05 Februari 2020 17:16
Yogyakarta: Kasus kriminalitas jalanan atau klithih kembali mencuat di Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir. Selain ada kasus penyebaran hoaks soal klithih, masih ada pula kasus yang memang terjadi di lapangan.
 
Sosiolog kriminal Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Suprapto, mengatakan sejumlah kasus kriminalitas jalanan ditunggangi kelompok tertentu. Padahal biasanya tindakan tersebut lebih akrab dikaitkan dengan persaingan antar geng pelajar.
 
"Sehingga tidak lagi murni karena mereka bermusuhan dengan pihak lain tetapi adanya beberapa motif," kata Suprapto saat dihubungi, Rabu, 5 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suprapto mengatakan pelaku kejahatan jalanan itu dilakukan dalam proses perekrutan anggota baru. Perekrutan anggota baru ini dilakukan kelompok yang lebih besar dari kelompok geng pelajar.
 
Adapun motif lainnya untuk menunjukkan jati diri. Penunjukan jati diri ini bukan bersifat individu, namun terhadap kelompok lain untuk mengatakan keberadaan, eksistensi, dan kekuatan.
 
"Jadi itu akan selalu muncul. Oleh karena itu saya selalu sarankan kepada pihak yang berwenang. Jangan hanya menghukum pelaku, tetapi telusuri siapa yang ada dibalik pelaku tersebut," jelas Suprapto.
 
Suprapto menuturkan publikasi di media manapun soal kejahatan yang dilakukan akan membuat pelaku bangga karena itu jadi salah satu yang diharapkan. Saat jadi topik utama di media sosial, kelompok tersebut merasa tujuannya akan tercapai dan di kalangan mereka akan dianggap sangat berjasa.
 
"Sehingga saya selalu menyarankan juga, andai kata kita mau melakukan tindakan, yang pertama adalah kalau kita mau berpendapat atau kita mau menyampaikan sesuatu itu ada yang saya sebutkan speak with date. Artinya kita berbicara, kita melakukan tindakan berdasarkan data yang ada. Jangan langsung percaya pada informasi yang datang, jadi kita harus memiliki daya saring," ungkap Suprapto.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif