Usman mengayuh sepeda dari rumahnya di Mojokerto untuk bisa mengiringi pemakaman Gus Sholah. Foto: Medcom.id/Amal
Usman mengayuh sepeda dari rumahnya di Mojokerto untuk bisa mengiringi pemakaman Gus Sholah. Foto: Medcom.id/Amal

Usman Bersepeda Demi Iringi Jenazah Gus Sholah

Nasional obituari
Amaluddin • 03 Februari 2020 12:14
Jombang: Usman Ali, 65, warga asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, rela mengayuh sepeda dari rumahnya di Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto untuk menyaksikan pemakaman KH Solahuddin Wahid atau Gus Sholah di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Dia datang sejak pagi ke Ponpes Tebuireng agar bisa mengiringi jenazah hingga ke liang lahat.
 
"Berangkat dari Mojokerto. Sengaja datang ke sini (Pondok Pesantren Tebuireng) untuk mendoakan Gus Sholah dari dekat," kata Usman, ditemui di lokasi Ponpes Tebuireng, Jombang, Senin, 3 Februari 2020.
 
Usman mengaku pengagum sosok Gus Sholah. Ia mendapat kabar Gus Sholah meninggal setelah melihat berita di televisi. Dia tak menyangka Gus Sholah berpulang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ternyata Gus Sholah meninggal. Saya paginya langsung berangkat ke sini," ucapnya.
 
Usman merupakan salah satu alumnus Pondok Pesantren Tebuireng era 70-80an. Usman sebagai simpatisan Gus Dur, merasa memiliki kedekatan dengan keluarga pengasuh Ponpes Tebuireng.
 
"Saya kan simpatisan dari Gus Dur, saya pernah dipimpin oleh beliau. Jadi kedatangan saya ke sini sebagai bentuk penghormatan saya untuk keluarga besar Gus Dur," tandasnya.
 
Gus Sholah wafat pada usia 77 tahun, di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, sekitar pukul 20.55 WIB, Minggu, 2 Februari 2020. Ia mengembuskan napas terakhir lantaran sakit.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif