NEWSTICKER
 Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 provinsi Maluku, Kasrul Selang, memberikan keterangan terkait langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona di di Ambon, Selasa (17/3). (ANTARA/Jimmy Ayal)
Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 provinsi Maluku, Kasrul Selang, memberikan keterangan terkait langkah-langkah antisipasi penyebaran virus Corona di di Ambon, Selasa (17/3). (ANTARA/Jimmy Ayal)

WN Jepang Diisolasi di Ambon

Nasional Virus Korona
Antara • 19 Maret 2020 08:44
Ambon: Dua warga negara asing (WNA) asal Jepang diisolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Haulussy, Kudamati, Kota Ambon, Maluku. Isolasi dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus korona (covid-19).
 
"Keduanya telah menjalani karantina di RSUD Haulussy sejak Senin, 16 Maret 2020," kata Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Maluku, Kasrul Selang, di Ambon, Maluku, Kamis, 19 Maret 2020, melansir Antara.
 
Dia menerangkan status kedua WNA tersebut sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Lantaran Jepang merupakan negara kedua dengan kasus virus korona terbanyak setelah Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka dirujuk ke RSUD dengan gejala demam berdarah dengue (DBD), dan hasilnya keduanya dinyatakan positif DBD," terangnya.
 
Tapi, pihaknya tetap melakukan pengambilan sampel dua WNA tersebut untuk diperiksa di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan. Uji laboratorium dilakukan untuk memastikan status keduanya terkait korona.
 
"Untuk memastikan positif covid-19 atau tidak," ujarnya.
 
Baca:Kondisi Pasien Positif Korona di Magelang Membaik
 
Dia menilai tindakan isolasi terhadap dua warga Jepang wajar dilakukan, dan telah sesuai prosedur. Karena, kata dia, pemerintah tengah bekerja cepat mengatasi pandemi korona.
 
Kasrul mengungkap dua WNA tersebut berkunjung ke Ambon untuk menghadiri kegiatan kerohanian. Keduanya tiba di Jakarta pada 2 Maret 2020, kemudian melanjutkan penerbangan ke Kota Ambon dan tiba di Bandara Internasional Pattimura, Selasa, 3 Maret 2020.
 
Sementara itu, Plt Direktur RSUD Haulussy Ambon, Rita Tahitu, membenarkan pihaknya memberlakukan status PDP terhadap dua warga Jepang tersebut. Pihaknya pun masih menunggu hasil uji Balitbangkes Kemekes.
 
"Status dua WNA Jepang sebagai pasien dalam pengawasan. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan spesimen di laboratorium Kemenkes," kata Rita.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif