Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Gempa Tektonik di Sumba Akibat Deformasi Kerak Benua

Nasional Gempa Bumi
Antara • 05 Agustus 2020 22:41
Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa tektonik yang terjadi di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat deformasi kerak benua di dasar laut.
 
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kupang, Robert Wahyu, Rabu, 5 Agustus 2020.
 
Robert mengatakan pada pukul 15.27.12 WIB wilayah laut barat Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi itu memiliki parameter terkini dengan magnitudo 5,2.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,89 LS dan 119,12 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 km arah barat daya Wanokaka Kabupaten Sumba Barat, NTT pada kedalaman 10 km.
 
Baca juga:Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pulau Sumba
 
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault)," jelasnya.
 
Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Tambolaka, Waingapu, Waitabula, Kota Bima III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
 
Hasil monitoring BMKG hingga pukul 16.22 WIB, menunjukkan adanya aktivitas 14 gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar 4,4. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
 
"Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa".
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif