Petugas SAR gabungan dan warga mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara,. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Petugas SAR gabungan dan warga mengevakuasi jenazah korban banjir bandang di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara,. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Banjir Luwu Utara Disebut Bukan Karena Pembalakan Liar

Nasional banjir
Media Indonesia.com • 06 Agustus 2020 19:18
Makassar: Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan, telah melakukan penyelidikan terkait penyebab banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara. Hasilnya, bencana yang terjadi pada Senin, 13 Juli 2020 itu, bukan karena aktivitas pembalakan liar.
 
Direktur Direskrimsus Polda Sulsel, Kombes Augustinus Berlian, mengatakan, banjir bandang yang merusak enam kecamatan di Luwu Utara, terjadi akibat faktor alam.
 
"Berdasarkan fakta yang kita dapat di lapangan, keterangan saksi-saksi, cek lokasi, dan lain-lain, kita dapatkan banjir bukan karena illegal logging atau eksploitasi hutan. Tapi memang karena faktor alam," kata dia, Kamis, 6 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Tasikmalaya Segera Terapkan Sanksi Denda Warga Tak Bermasker
 
Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel, Muhammad Al Amin, menyebut berdasarkan hasil pemetaan dan kajian yang mereka lakukan, ada dua faktor yang paling mendasar penyebab banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, salah satunya adalah aktivitas pembalakan liar.
 
"Di sana itu, ada pembalakan hutan berskala besar seperti illegal logging dan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit yang menggerus kawasan hutan," kata dia.
 
Amin menambahkan, berdasarkan hasil analisis selama 2018-2020, ada empat lokasi pembukaan lahan secara masif di kawasan hulu yang berada di Kecamatan Masamba dan Baebunta, Luwu Utara. Sehingga bisa mengakibatkan terjadi bencana alam.
 
Banjir bandang di Luwu Utara, berdasarkan data BPBD, mengakibatkan 38 orang meninggal dan 10 orang dinyatakan hilang. Lalu 106 orang menjalani perawatan dan 3.627 kepala keluarga (KK) atau sekitar 14.483 jiwa berada di tenda pengungsian. (Lina Herlina)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif