Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Alasan Korban Rudapaksa di Tangsel Unggah Kasusnya di Medsos

Nasional pemerkosaan
Farhan Dwitama • 10 Agustus 2020 12:27
Tangerang: AF korban rudapaksa dan pencurian di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, mengaku sengaja menggunggah keresahan atas kasus yang dialaminya pada 2019 lalu. AF merasa selalu diteror pelaku.
 
"Korban tidak pernah didamping kuasa hukum, korban mencari keadilan dengan cara mempublikasi kasus ini ke media sosial," jelas kuasa hukum AF, Abraham Srijaya di Mapolres Tangsel, Senin 10 Agustus 2020.
 
AF yang bertemu langsung Kapolres Tangsel dan jajarannya, dengan didamping kuasa hukumnya Abraham, mengaku telah menceritakan kronologi unggahan curhat di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita sampaikan kenapa kasus ini di-blow up, karena klien kami ingin mencari keadilan. Dalam arti, banyak mungkin korban lain yang enggak berani speak up. Dengan adanya ini, bisa memacu mereka mendapatkan keadilan. Sama seperti kita mendapat keadilan," jelas Abraham.
 
Baca:Korban Rudapaksa di Tangsel Usulkan Pelaku Dijerat UU ITE
 
Abraham mengaku, pertemuan korban AF bersama jajaran Polres Tangsel untuk menyampaikan terima kasihnya lantaran menangkap pelaku. Dia juga menceritakan, mengapa AF mengunggah kisah pilunya ke Medsos.
 
"Kami mengusulkan kepada penyidik untuk menyertakan Undang-undang ITE, selain pemerkosaan dan pencurian yang dilakukan tersangka," jelas dia.
 
Sementara itu, AF mengaku, pesan teror yang dikirim pelaku dilakukan tahun lalu. AF mendapat pesan melalui akun media sosialnya.
 
"Itu tahun lalu, engga kenal dan belum ketemu," ucap dia.
 
Penelusuran Medcom.id, AF menceritakan kasus ini di akun Instagram pribadinya Jumat, 7 Agustus 2020. AF mengaku pemerkosaan terjadi pada 13 Agustus 2019.
 
Pelaku memukul AF dengan benda tumpul hingga tak sadarkan diri. AF mengaku sempat melihat pelaku membawa pisau sambil mengancam.
 
Pelaku melarikan diri dengan membawa ponsel AF usai memperkosa. AF mengaku memperoleh pesan dari pelaku melalui Instragram saat dibawa ke rumah sakit.
 
Pelaku mengancam dan meneror AF melalui pesan di Instagram. Pelaku menggunakan sejumlah akun anonim dengan nama pengguna Instagram yang berbeda.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif