Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kelompok Ali Kalora Bunuh Petani di Poso

Nasional terorisme
Media Indonesia.com • 11 Agustus 2020 12:54
Poso: Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora kembali beraksi, di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Aksi MIT ini menewaskan seorang petani.
 
Kapolda Sulawesi Tengah, Inspektur Jenderal Syafril Nursal, menuturkan pada Sabtu, 8 Agustus 2020, MIT mencegat dua petani yang hendak berladang ke kebun jagung di wilayah Pegunungan Tahiti, Desa Sanginora, Kecamatan Posos Pesisir Selatan, Poso. Kedua petani ditodong senjata api dan disandera MIT.
 
"Seorang bisa melarikan diri dan seorang lainnya tewas ditembak," kata Syafril, melansir Mediaindonesia.com, Selasa, 11 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menerangkan, Satgas Operasi Tinombala mendapat laporan itu dan segera melakukan pengejaran. Di lokasi kejadian, hanya ditemukan jejak para anggota MIT yang saat ini diduga berjumlah 13 orang.
 
Baca:BNPT Gandeng 38 Kementerian dan Lembaga Cegah Terorisme
 
Keesokan harinya, pada Minggu, 9 Agustus 2020, MIT kembali beraksi dengan mengadang rombongan pegawai Dinas Kesehatan Poso yang hendak menuju Kota Poso, di Jalan Trans-Sulawesi. Setelah menyita kunci mobil, kawanan penjahat ini juga mengambil uang, makanan, dan barang berharga milik para pegawai.
 
"Sejumlah pegawai mengaku melihat Ali Kalora di antara pelaku," ungkapnya.
 
Sementara itu, aksi MIT mendahului kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar ke Palu, ibu kota Sulawesi Tengah, pada Senin, 10 Agustus 2020.
 
"Peristiwa di Poso merupakan praktik antikemanusiaan," ujar Boy.
 
BNPT, lanjut dia, terus menggulirkan program deradikalisasi di Poso. Pasalnya, selain melakukan teror, kelompok Ali Kalora juga melakukan propaganda dengan menyatakan berjuang atas nama agama.
 
"Karena itu, kami terus mengawal anak-anak dan remaja di Poso sehingga tidak ikut dalam kejahatan teror yang terus dilancarkan kelompok ini. Kami melibatkan tokoh agama untuk menyelamatkan anak muda dari doktrin kelompok MIT," imbuhnya.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif