Komisi V Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Yahukimo

Anggi Tondi Martaon 07 Agustus 2018 16:14 WIB
berita dpr
Komisi V Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Yahukimo
Foto: Dok. DPR
Jakarta: Akses transportasi menjadi kendala masyarakat di Kabupaten Yahukimo, Papua. Mereka sangat membutuhkan infrastruktur pendukung untuk memudahkan akses.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemy Francis pun mendukung upaya pemerintah membangun infrastruktur, khususnya bidang transportasi. Dengan begitu, akses mobilisasi masyarakat diharapkan menjadi lebih mudah.

"Pembangunan infrastruktur di pegunungan tengah Papua kita berikan dukungan penuh. Kalau bisa tahun ini diprioritaskan satu jembatan gantung untuk masyarakat Yahukimo," kata Fary dalam keterangan tertulis, usai meninjau sejumlah ruas jalan nasional dan jembatan melalui udara di kawasan pegunungan tengah, Kabupaten Yahukimo, Papua.


Fary memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Yahukimo yang terus mendorong percepatan pembangunan akses jalan dan bandara. Politikus Partai Gerindra itu juga berharap sejumlah pembangunan infrastruktur di Papua harus memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

"Kami tidak ingin pembangunan hanya sekadar fisik, tetapi harus ada perbedaan sebelum dan sesudah ada infrastruktur, seperti menurunnya harga-harga kebutuhan bahan pokok, sehingga manfaat pembangunan ini bisa dirasakan betul oleh masyarakat,” kata Fary.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi V DPR RI John Siffy Mirin. Akses transportasi, khususnya darat, dapat menekan disparitas harga sembako.

"Pemerintah tidak hanya mengembangkan bandara perintis, tetapi juga membuka akses-akses jalan yang masih terisolasi untuk menekan disparitas harga," kata John.

Secara khusus, politikus daerah pemilihan Papua itu mendorong pemerintah segera memprioritaskan jalan nasional Dekai-Suator yang akan menghubungkan Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Asmat, dan Pelabuhan Pepera. Menurutnya, dengan dibukanya akses jalan tersebut maka permasalahan pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat di wilayah pegunungan Papua akan terjawab.

"Harapan kami, jalan dari Dekai ke Suator sepanjang 31 kilometer dituntaskan dahulu, karena begitu pelabuhan dibuka,  maka mobilisasi logistik dari luar Yahukimo bisa masuk ke Dekai, dan bisa jadi daerah sentra ekonomi pengunungan tengah sehingga tingkat kemahalan di wilayah pegunungan tengah bisa terjawab,” kata politikus dari F-PAN itu.

Sebelumnya, Bupati Yahukimo Abock Busup mengatakan wilayah Yahukimo 99 persen terdiri atas pegunungan. Selama ini masyarakat berpindah dari distrik satu ke tempat lain mengandalkan transportasi udara.

Dia meminta dukungan pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan program-program prioritas tahun 2016-2021, yaitu pembangunan sejumlah ruas jalan:
1. Jomothe-Panggema (Yahukimo-Jayawijaya) 
2. Keyke-Pepera (Yahukimo-Asmat)
3. Suru-Suru-Musaik-Amuma-Silimo (Yahukimo)
4.  Dekai-Koropun (Yahukimo)
5. Herawe-Sobaham (Yahukimo-Jayawijaya). 



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id