Foto ilustrasi. (Ant/Syafril Adriansyah)
Foto ilustrasi. (Ant/Syafril Adriansyah)

Nyaris 10 Ribu Petir Menyambar Wilayah Kalteng dalam Semalam

Nasional tersambar petir
07 September 2016 11:03
medcom.id, Muara Teweh: Semalam, wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dilanda hujan ringan. Namun, di sela hujan angin ringan itu, rentetan sambaran petir tercatat hingga 9.375 kali.
 
"Puncak sambaran petir ribuan kali itu terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 21.10 WIB, sebanyak 1.028 kali," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Muara Teweh Juli Budi Kisworo, dikutip Antara, di Muara Teweh, Rabu (7/9/2016).
 
Sambaran petir terekam melalui alat deteksi petir (lightning detector) saat hujan dengan intesitas ringan dan angin pada Selasa malam pukul 21.00-22.00 WIB.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang hujannya hanya 12,2 milimeter atau intensitas ringan dan angin tidak kencang, namun petirnya yang kuat," katanya.
 
Puncak sambaran petir berada di kawasan 150 kilometer dari area Bandara Beringin Muara Teweh atau di wilayah kota Muara Teweh.
 
Derasnya sambaran petir bahkan membuat peralatan di kantor BMKG Muara Teweh rusak. Di antaranya, alat pemantau cuaca untuk penerbangan (Simo) dan komputer jaringan komunikasi (CNSS) serta display di tower Bandara Beringin.
 
"Saat kejadian petir kuat di kawasan tersebut kami pegang telepon seluler bergetar dan laptop terasa seperti kesetrum," kata Juli.
 
Sambaran petir ini, katanya, bisa saja terjadi pada waktu yang sama di daerah terdekat sesuai radius 80 kilometer daya jangkau alat pendeteksi petir di BMKG Muara Teweh. Alat deteksi itu bisa menjangkau wilayah Kabupaten Murung Raya, Barito Timur, Barito Selatan, serta sebagian Selatan wilayah Kalimantan Timur.
 
"Namun pada puncak sambaran petir itu pusatnya memang terjadi di wilayah Muara Teweh," tegas dia.
 
Di Pulau Kalimantan, alat pendeteksi sambaran petir hanya ada di Kalteng. Alat ini mulai dioperasionalkan sejak Agustus 2006, bersama kota lainnya seperti Palangka Raya dan Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.
 
Pertimbangannya, Kabupaten Barito Utara berada di tengah-tengah Pulau Kalimantan atau pedalaman daerah aliran sungai (DAS) Barito. Daerah ini menjadi kawasan lintasan angin dan pusat pertemuan awan serta berada di wilayah lintasan garis katulistiwa. "Potensi petir sangat besar terjadi di daerah ini," kata dia.
 
Kota Muara Teweh dan wilayah Kalteng lainnya mempunyai kejadian guntur rata-rata 320 hari atau 75 persen dalam setahun. Angka itu di atas Bogor, Jawa Barat yang hanya di bawah 300 hari kejadian guntur.
 

(SAN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif