Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, saat diwawancarai, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 27 Januari 2022. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, saat diwawancarai, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 27 Januari 2022. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Omicron Muncul di Sulsel, Pemkot Makassar Tetap Lakukan PTM 100%

Nasional Pembelajaran Tatap Muka Sulawesi Selatan Omicron Varian Omicron
Muhammad Syawaluddin • 27 Januari 2022 14:54
Makassar: Pemerintah Kota Makassar memastikan tetap melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, meskipun telah ditemukan warga yang terkonfirmasi Omicron di Sulsel.  Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, mengatakan PTM 100 persen di Kota Makassar lantaran kasus covid-19 di Kota Makassar masih tergolong rendah. 
 
"Kalaupun ada yang terkonfirmasi di Sulsel, kami di Makassar tetap melakukan itu (PTM). Karena kondisi sekarang kalau kita lihat di Makassar masih berada di level 2," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Ia menerangkan, pihaknya terus melakukan vaksinasi covid-19 terhadap anak usia 6-11 tahun. Dengan begitu, diharapkan terbentuk Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap anak bisa terbentuk. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini yang kami lakukan tetap mengacu pada SK Menteri," jelasnya. 
 
Baca: 12 Guru dan Siswa di Solo Terkonfirmasi Covid-19 Usai dari Luar Kota
 
Selain gencar melakukan vaksinasi covid-19 terhadap anak usia 6-11 tahun, pihaknya juga memastikan kepada semua sekolah untuk terus menerapkan protokol kesehatan.. Agar dalam penerapan PTM siswa dipastikan aman dari penyebaran covid-19.
 
"Salah satu yang membuat kerumunan di sekolah itu, adalah kantin. Makanya tidak ada kantin yang dibuka di sekolah," ujarnya. 
 
Tim satgas di setiap sekolah juga dibentuk, sebagai pengawas dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan maksimal. Satgas ini melibatkan beberapa instansi. Ia juga memastikan tidak ada kerumunan di sekolah. 
 
Tidak hanya itu, dalam proses PTM, pihaknya memastikan tiap kelas tidak lebih dari 20 siswa yang ikut belajar. Jika ada sekolah yang tiap kelas melebihi 20 orang, maka dibagi dua kelompok. 
 
"Kami juga sudah atur jadwalnya jadi setiap pertemuan tidak ada kerumunan," ungkapnya. 
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif