Kegiatan belajar kebencanaan mahasiswa  Kobe Gakuin University di UAJY, Selasa, 10 September 2019. Foto: Humas UAJY
Kegiatan belajar kebencanaan mahasiswa Kobe Gakuin University di UAJY, Selasa, 10 September 2019. Foto: Humas UAJY

Perguruan Tinggi dari Jepang Belajar Kebencanaan di UAJY

Nasional tsunami Mitigasi Bencana
Ahmad Mustaqim • 10 September 2019 20:53
Yogyakarta: Salah satu perguruan tinggi swasta dari Jepang, Kobe Gakuin University melakukan pembelajaran soal kebencanaan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Civitas akademika Kobe Gakuin University ini berlajar bersama sejumlah civitas akademika UAJY selama sepekan.
 
Dosen Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAJY, Mario Antonius Birowo mengatakan kegiatan ini merupakan Program Pertukaran Mahasiswa Kobe Gakuin University yang bekerja sama dengan UAJY. Kegiatan itu bertema 'Field Study on Community Based Disaster Risk Management Around Yogyakarta'.
 
Pada pembukaan acara tersebut dilakukan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara pada Senin, 9 September 2019 di Ruang Seminar Kampus 4 Gedung Teresa UAJY. Mahasiswa Kobe Gakuin University didampingi Prof. Makoto Yasutomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Agendanya mempelajari manajemen komunikasi bencana di daerah rawan bencana dan terdampak bencana yang ada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya," kata Mario lewat siaran pers yang Medcom.id dapatkan, Selasa, 10 September 2019.
 
Mario menjelaskan program itu dilaksanakan 9-14 September 2019. Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 14 orang, yakni enam orang mahasiswa perwakilan mahasiswa UAJY dan delapan orang mahasiswa Jepang.
 
Yogyakarta memang menjadi salah satu wilayah rawan bencana di Indonesia. Sejumlah potensi bencana yang terjadi yakni gempa bumi serta letusan Gunung Merapi.
 
"Salah satu agenda kegiatan ini adalah mengunjungi Museum Gunung Merapi di Kaliurang dan kantor yang mencatat data seismograf Gunung Merapi," beber Mario.
 
Mario juga mengatakan peserta kegiatan itu juga diajak mengunjungi daerah terdampak bencana gempa bumi 2006 di Bantul. Di lokasi ini mereka mempelajari bagaiman masyarakat berusaha bangkit usai bencana gempa.
 
"Saya berharap semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kedua Negara," pungkas Mario.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif