Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Patricia Vicka

Lusa, Mahfud Bahas ASABRI Bersama 3 Menteri

Nasional ASABRI
Patricia Vicka • 14 Januari 2020 14:25
Sleman: Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD segera berdiskusi bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk membahas dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Pertemuan empat menteri ini bakal dilakukan paling lama tiga hari kedepan.
 
"Kemungkinan 2-3 hari lagi saya akan bertemu dengan mereka. Tunggu Erick pulang dari luar negeri dulu," ujar Mahfud usai menjadi pembicara Suluh Kebangsaan di kampus UII Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 14 Januari 2020.
 
Dia menerangkan pihaknya akan meminta penjelasan Erick Thohir perihal kondisi dan permasalahan sebenarnya di dalam tubuh asuransi para karyawan dan PNS militer ini. Sementara Sri Mulyani akan diminta keterangan soal laporan keuangan dan temuan Badan Pemeriksa Keungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lihat saja besok apakah terjadi sesuatu di AsABRI. Apa betul dugaan saya modusnya sama seperti Jiwasraya," kata Mahfud.
 
Dia memastikan segera mencari solusi bila dugaan tersebut terbukti benar. Sejumlah langkah akan dicari untuk menyelamatkan para nasabah ASABRI.
 
Mahfud menerangkan dugaan kasus korupsi di tubuh ASABRI pada Senin, 13 Januari 2020. Asabri disebut merugikan negara hingga Rp10 triliun. Mantan ketua MK ini menduga modus yang dipakai serupa dengan Jiwasraya, yakni membeli saham gorengan yang hanya menguntungkan beberapa investor.
 
PT ASABRI merupakan perusahaan asuransi jiwa yang diselenggarakan secara wajib untuk memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri, dan PNS Kemhan.
 
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 13 Januari 2020, dari saham yang dimiliki ASABRI di atas lima persen, sebanyak 8 dari 13 saham tersebut lebih rendah dari harga saat IPO. Dari delapan saham tersebut, empat di antaranya termasuk dalam saham gocap alias saham yang mentok di harga terendah di bursa yaitu Rp50 per saham.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif