Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Penumpang Pesawat di Yogyakarta Menurun

Nasional penerbangan natal dan tahun baru
Ahmad Mustaqim • 31 Desember 2019 17:36
Yogyakarta: Manajer Umum PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, menyebut, terjadi penurunan jumlah penumpang pesawat selama masa liburan natal dan tahun baru. Situasi ini terjadi baik di Bandara Adisutjipto maupun Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo.
 
“Penurunan penumpang kira-kira 1,6 persen pada libur. Ini sudah termasuk penerbangan tambahan yang juga turun, dari 380 pergerakan di 2018 menjadi 44 pergerakan di 2019,” kata Agus, di Yogyakarta, Selasa, 31 Desember 2019.
 
Ia menerangkan pergerakan pesawat terbagi dua. Untuk Bandara Adisutjipto sebanyak 29 penerbangan sedangkan 24 penerbangan dialihkan ke YIA. Meski begitu, Agus menilai penurunan ini tidak begitu signifikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus mengatakan Yogyakarta masih menjadi tujuan wisatawan menikmati libur akhir tahun. Ia melihat sempat terjadi lonjakan penumpang pada H-3 natal.
 
Adapun lonjakan penumpang di Bandara YIA dari 1.600 menjadi 3.388 penumpang per hari. di Bandara Adisutjipto lonjakannya dari 16 ribu menjadi 24 ribu per hari.
 
Ia memperkirakan puncak arus balik akan terjadi pada H+4 tahun baru. Peningkatan penumpang pada arus balik akan terjadi baik di Bandara Adisutjipto maupun di YIA.
 
“Jumlah pergerakan ekstra flight turun drastis, dari 380 pergerakan jadi 44 pergerakan. Tapi tidak mengurangi jumlah penumpang tahunan, karena tingkat okupansi tahun ini rata-rata sudah diatas 99 pesen," imbuhnya.
 
Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengakui terjadi penunuran angka penumpang. Dibandingkan tahun lalu, angka penurunan mencapai tujuh persen.
 
Ia menilai situasi ini terjadi karena membaikinya sejumlah fasilitas moda transportasi darat. Selain itu, keberadaan sejumlah jalan tol, termasuk tol Trans Jawa, diperkirakan juga jadi penyebab.
 
"Memang saat ini perkembangan moda transportasi pesat. Jadi tidak harus melalui jalur udara semata," kata dia.
 
Meski demikian, ia menganggap situasi ini bisa memberikan alternatif pilihan moda transportasi bagi masyarakat. Bahkan, katanya, transportasi darat juga membantu memudahkan akses warga menuju bandara.
 
"Penurunan penumpang di bandara ini terjadi secara nasional. Tapi di beberapa bandara ada peningkatan, seperti Bandara Ngurah Rai naik delapan persen, penerbangan ke Lombok naik 16 persen, dan di Biak, Papua naik 16 persen," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif