Puluhan jemaat GPdI Sedayu saat bersalaman dengan personel yang telah melakukan pengamanan ibadah.
Puluhan jemaat GPdI Sedayu saat bersalaman dengan personel yang telah melakukan pengamanan ibadah.

Jemaat Gereja di Sedayu Bantul Bisa Beribadah

Nasional gereja
Ahmad Mustaqim • 14 Juli 2019 14:47
Bantul: Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di RT 34 Gunung Bulu, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta bisa beribadah pada Minggu, 14 Juli 2019. Ibadah bisa dilakukan setelah ada kesepakatan antara warga dan pemerintah setempat, sehingga ibadah bisa dilakukan dengan penjagaan aparat.
 
Kepala Polsek Sedayu, Komisaris Sugianta, mengatakan Pemerintah Kabupaten Bantul telah memfasilitasi mediasi sebagian warga yang menolak keberadaan gereja itu. Hasil mediasi itu sepakat memberikan kesempatan jemaat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
 
"Musyawarah di Pemerintah Kabupaten Bantul yang dipimpin Satpol PP, sepakat warga RT 34 Gunung Bulu memberikan kesempatan jemaah untuk ibadah," kata Sugianta ditemui usai pengamanan kegiatan ibadah di GPdI Sedayu, Minggu, 14 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia melanjutkan, masih ada intimidasi dari sekelompok anggota organisasi kemasyarakatan berbasis agama yang masih berkeras. Sugianta menyebut anggota ormas itu sempat berpatroli melakukan pantauan kegiatan ibadah. Namun, ormas tersebut tak bertindakan, lantaran gereja dijaga puluhan personel gabungan.
 
"Seperti hari ini kami melakukan pengamanan, penebalan. Dibantu pasukan Polres, Koramil, Polda DIY," tambah Sugianta.
 
Ada 50 personal yang diturunkan mengamankan kegiatan ibadah itu. Pengamanan dilakukan dengan sistem terbuka maupun tertutup.
 
"Alhamdulillah (kegiatan ibadah di gereja) aman. Kita harapkan ormas menyadari ini hak warga negara melaksanakan ibadah dengan Tuhan-nya. Polri dan instansi terkait akan memberikan rasa aman," ucapnya.
 
Sugianta mengakui belum bertemu langsung dengan organisasi kemasyarakat yang disebut warga setempat menyoal keberadaan gereja itu. Untuk itu, pihak gereja diminta bisa aktif dalam berkoordinasi dengan pihak keamanan.
 
"Dari warga dan pendeta tetap minta kepolisian membantu mengamankan. Kalau (warga) desa ini gak akan ribut. Kalau ributnya cuma dengan pak Sitorus, saya pikir tak ada. Ditakutkan (anggota ormas) akan berbuat sesuatu dengan kondisi jemaat berasal dari banyak daerah, ada Papua, Kalimantan, Ambon," jelasnya.
 
Pendeta Tigor Sitorus menyatakan terima kasih, lantaran keamanan yang diberikan selama proses keagamaa. "Terima kasih kepada banyak unsur itu yang sudah memberikan yang terbaik sehingga bisa melaksanakan ibadah seperti yang biasa kami lakukan," ucapnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif