Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman
Petugas Kebersihan mengenakan masker ketika menyapu jalan saat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (20/9/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Asap Karhutla dari Sumatera dan Kalimantan Kumpul di Pekanbaru

Nasional Kebakaran Lahan dan Hutan
Antara • 23 September 2019 12:24
Pekanbaru: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan polusi udara di Kota Pekanbaru makin memburuk dan berbahaya. Buruknya udara lantaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan cenderung menumpuk di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
 
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan pergerakan asap yang terbawa angin itu jelas terlihat dari pantauan ASMC (Asean Specialized Meterogical Centre).
 
"Tidak heran jika kondisi asap di Riau parah dan kualitas udara juga dalam kondisi bahaya," kata Agus di Pekanbaru, Senin, 23 September 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan indeks polutan di Pekanbaru pada Minggu malam, 22 September 2019 sudah tembus angka 700. Angka itu lebih tinggi dari waktu tahun 2015 yang tercatat pada angka 600-an.
 
Hingga Senin pagi angka polutan berkisar 500 hingga 700 dan cenderung berfluktuatif. Angka tersebut jauh di atas kategori berbahaya polusi udara, yang selama ini ditetapkan standar di angka 300.
 
Hal ini membuat Gubernur Riau Syamsuar menetapkan status darurat pencemaran udara akibat karhutla yang berlaku hingga akhir September.
 
"Mulai hari ini kita tetapkan keadaan darurat pencemaran udara di Provinsi Riau," kata Syamsuar di Kota Pekanbaru, pagi tadi.
 
Masa status darurat berlaku mulai 23 September hingga 30 September. Apabila kondisi masih belum berubah maka status akan diperpanjang berlakunya.
 
"Kita akan lihat perkembangan, semoga ada perubahan, hujan segera turun," kata Syamsuar yang juga menjabat Komandan Satuan Tugas Kahutla Riau itu.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif