Ilustrasi- Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Januari 2020. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Ilustrasi- Sejumlah mobil melintasi terowongan (underpass) saat terjadi banjir di Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Kamis, 2 Januari 2020. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Bendungan Ciawi dan Cimahi Bisa Kurangi Risiko Banjir Jakarta

Nasional bendungan
Kautsar Widya Prabowo • 07 Januari 2020 17:00
Jakarta: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memprediksi Bendungan Ciawi dan Bendungan Cimahi bisa mengurangi debit air yang mengalir ke Sungai Ciliwung. Pembangunan dua bendungan itu ditargetkan rampung pada akhir 2020.
 
"Kalau di hulu data dari Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (waduk Cimahi dan Ciawi) bisa mereduksi 30 persen (banjir) ke Jakarta dan di hilir Manggarai bisa 12 persen," ujar peneliti Pusat Penelitian Limnologi LIPI M Fakhrudin di Gedung LIPI, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Januari 2020.
 
Dua waduk itu menggunakan sistem bendungan kering (dry dam), sistem yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Waduk itu akan mengering saat hujan tak kunjung turun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fakhrudin mengatakan pemerintah harus memperhatikan topografi sungai dari hulu ke hilir jika berencana membangun waduk lagi.
 
"Kalau untuk Ciliwung itu untuk banjir bukan untuk diresapkan, yang kita perhatikan di hulu itu prioritasnya diresapkan. Itu jangka panjang. Kalau jangka pendek waduk itu," tuturnya.
 
Dua bendungan yang mulai dikerjakan pada 2017 itu diharapkan bisa mengurangi banjir yang kerap terjadi di wilayah DKI Jakarta berasal dari hulu Sungai Ciliwung di Kabupaten Bogor.
 
Bendungan Ciawi memiliki volume tampung 6,45 juta kubik air atau bisa menampung 365 meter kubik air per detik. Sementara Bendungan Cimahi memiliki volume tampung 1,68 juta meter kubik atau 56 meter kubik air per detik.
 
Dua bendungan ini memiliki fungsi memperlambat air menuju Jakarta. Air akan ditampung kedua bendungan itu terlebih dahulu, kemudian akan dialirkan ke Bendungan Katulampa.
 
Dengan air yang terlebih dulu masuk ke Bendungan Ciawi dan Cimahi maka air yang mengalir ke Katulampa menjadi lebih lambat dan semakin sedikit. Dari Bendungan Katulampa akan secara bertahap dialirkan menuju ke Jakarta.
 

 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif