Sejumlah guru dan siswa SDN Periuk Jaya Permai bergotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur dampak banjir. Foto: Medcom.id/Hendrik S
Sejumlah guru dan siswa SDN Periuk Jaya Permai bergotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur dampak banjir. Foto: Medcom.id/Hendrik S

Siswa dan Guru Bersihkan Sekolah Pascabanjir

Nasional banjir jakarta
Hendrik Simorangkir • 06 Januari 2020 12:45
Tangerang: Kegiatan belajar mengajar (KBM) hari pertama di SDN Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, terhenti setelah banjir melanda di wilayah tersebut. Saat ini, guru dan siswa bergotong royong membersihkan sisa-sisa lumpur.
 
Kepala SDN Periuk Jaya Permai Een Hasanah menuturkan banjir dengan ketinggian 250 sentimeter merendam sekolahnya. Bangku sekolah, papan tulis, meja, dokumen, buku pelajaran serta peralatan mengajar terdampak banjir dikeluarkan untuk dibersihkan.
 
"Hari ini kami tidak ada KBM, hanya gotong royong untuk membersihkan sisa banjir. Jadi tidak belajar seperti biasa, kami punya kebijakan kelas 1, 2, 3 dan 4 di rumah. Jadi yang gotong-royong ini kelas 5 dan 6," ujarnya di lokasi, Senin, 6 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Een menjelaskan banjir merendam lima ruang kelas dari 21 ruang yang dimiliki, termasuk ruang guru, ruang unit kesehatan sekolah (UKS), ruang kepala sekolah, dan kantin. Dia menambahkan pihaknya tengah mendata barang yang rusak akibat banjir untuk dilaporkan ke pemerintah pusat dan daerah.
 
"Banyak yang rusak seperti pintu yang telah jebol, bangku dan meja belajar yang patah, ditambah buku pinjaman BOS rusak. Hal itu karena banjir yang merendam sekolah cukup parah dengan tinggi sekitar 2,5 meter, belum lagi arus airnya cukup deras," ungkapnya.
 
Pihaknya belum bisa memastikan kapan KBM akan berjalan normal. Dia mengungkap banyak fasilitas dan buku yang rusak.
 
"Kita belum tahu sampai kapan KBM bisa berjalan normal, sekalipun bisa pasti ada keterbatasan seperti buku dan fasilitas. Yang penting sekarang, kita bersihkan saja dulu," katanya.
 
SDN Periuk Jaya Permai memiliki 486 siswa. Para siswa dan siswi tersebut tampak sibuk menyapu sisa genangan lumpur dari banjir yang melanda sekolahnya, pada 1 Januari 2020.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif