Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan hewan kerbau dan sapi milik Pemerintah Kabupaten Lebak memberlakukan
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan hewan kerbau dan sapi milik Pemerintah Kabupaten Lebak memberlakukan "lockdown" atau tertutup guna mencegah penyebaran virus penyakit mata dan kuku ( PMK). ANTARA/HO-Mansur

Pembibitan Kerbau dan Sapi di Lebak Disetop Sementara Cegah PMK

Antara • 17 Mei 2022 19:25
Lebak: Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan hewan kerbau dan sapi milik Pemerintah Kabupaten Lebak memberlakukan lockdown atau tertutup untuk mencegah penyebaran virus penyakit mata dan kuku ( PMK).
 
"Semua pengunjung maupun tamu dilarang masuk kawasan kandang ternak kerbau dan sapi," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Teguh di Lebak, Selasa, 17 Mei 2022.
 
Penerapan lockdown itu agar sterilisasi kawasan ternak sapi dan kerbau tidak ditemukan penyakit yang membahayakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, munculnya virus PMK yang ditemukan ternak hewan besar di Jawa Timur tentu menjadi kewaspadaan.
 
Karena itu,pihaknya memperketat pengawasan dan pengunjung maupun tamu dilarang memasuki kawasan ternak sapi dan kerbau. Apalagi, UPTD Pembibitan untuk mencetak bibit yang unggul dan berkualitas.
 
"Kami hanya membolehkan petugas yang merawat ternak itu," katanya.
 
Baca juga: 59 Ternak di Padang Pariaman Positif PMK
 
Untuk pencegahan PMK, pihaknya mengoptimalkan kegiatan penyemprotan disinfektan ke kandang ternak sapi dan kerbau. Penyemprotan disinfektan guna memberi jaminan kesehatan terhadap ternak sapi dan kerbau.
 
Selama ini, ternak sapi dan kerbau yang dikelompok UPTD Pembibitan sebanyak 85 ekor tidak ditemukan positif mengidap PMK.
 
"Kami menjamin ternak sapi dan kerbau di sini aman dari PMK, karena diberlakukan lockdown itu," kata Teguh.
 
Menurut dia, pihaknya hingga kini dua kali dalam seminggu melakukan penyemprotan disinfektan di kawasan kandang sapi dan kerbau. Selain itu juga kondisi kandang terjaga kebersihan dengan baik.
 
Di sisi lain, pembibitan ternak sapi dan kerbau yang dikembangkan pemerintah daerah untuk mendukung swasembada pangan daging juga peningkatan ekonomi masyarakat.
 
Saat ini, jumlah populasi kerbau dan sapi di Kabupaten Lebak menurun akibat berbagai faktor antara lain faktor berkurangnya pejantan, alih fungsi lahan yang mengakibatkan sulitnya rerumputan sebagai pakan ternak dan pencurian.
 
Selain itu, faktor penerapan teknologi pertanian pangan, sehingga petani meninggalkan penggunaan bajak ternak kerbau. Karena itu, pemerintah daerah mengembangkan pembibitan unggul untuk meningkatkan jumlah populasi kerbau juga perguliran ekonomi masyarakat.
 
Selama ini, Kabupaten Lebak sebagai daerah pemasok ternak kerbau dan sapi untuk kebutuhan kurban Iduladha di Provinsi Banten. "Pembibitan kerbau dan sapi di daerah ini masuk pertama di Indonesia tingkat kabupaten," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif