Seorang anak memakan nasi bungkus dari dapur umum yang terendam banjir di Desa Nusadadi, Sumpuh, Banyumas, Jateng, Jumat (18/3)  (ANTARA/Idhad Zakaria)
Seorang anak memakan nasi bungkus dari dapur umum yang terendam banjir di Desa Nusadadi, Sumpuh, Banyumas, Jateng, Jumat (18/3) (ANTARA/Idhad Zakaria)

15 Ribu Jiwa di Banyumas Masih Terdampak Banjir

Media Indonesia.com • 21 Maret 2022 06:11
Purwokerto: Bencana banjir yang melanda Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), masih terjadi hingga Minggu, 20 Maret 2022.
 
BMKG juga terus meminta wilayah yang  banjir dan rawan bencana lainnya untuk bersiaga karena ada potensi hujan deras.
 
Di Banyumas, bencana banjir masih terjadi di 16 desa yang tersebar di 4 kecamatan, yakni Tambak, Sumpiuh, Kemranjen, dan Wangon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dari 16 desa yang masih banjir, ada 5.071 KK atau 15.201 jiwa yang terdampak. Dari jumlah tersebut, yang masih melakukan pengungsian sebanyak 1.222 jiwa," kata Bupati Banyumas Achmad Husein.
 
Baca juga: 424 Warga di Kabupaten Cilacap Mengungsi Akibat Banjir
 
Menurut Bupati, banjir yang paling parah berada di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak. Sebab, di Kecamatan Sumpiuh ada enam desa yang terdampak, sedangkan di Kecamatan Tambak ada lima desa.
 
"Hingga kini, masih ada tujuh pos pengungsian di dua kecamatan itu," kata Bupati.
 
Dari Cilacap dilaporkan, banjir melanda sejumlah kecamatan yakni Kroya, Sampang, dan Nusawungu. 
 
Kepala Pelaksana Harian BPBD Cilacap Widjonardi mengatakan di Kroya, Desa Gentasari dilanda banjir.
 
"Ada 400 jiwa lebih yang mengungsi akibat banjir setinggi 5-150 cm. Pengungsi berada di MI Muhammadiyah Gentasari dan di tanggul Kali Tipar," ujarnya.
 
Baca juga: Pamekasan Berstatus Waspada Banjir
 
Widjonardi menerangkan wilayah yang paling parah banjirnya adalah di Kecamatan Nusawungu, karena ada delapan desa.
 
"Di kecamatan tersebut, ada ribuan warga yang terdampak. Misalnya di Desa Karangsembung, Nusawungu saja ada 3,8 ribu lebih warga yang terdampak. Demikian juga di Desa Klumprit ada 2 ribu lebih," kata dia.
 
Pengamat cuaca BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan BMKG Semarang, di wilayah Jateng bagian selatan mulai Cilacap, Banyumas, Kebumen, Purworejo, Banjarnegara dan Wonosobo untuk siaga.
 
"Sebagian besar kecamatan di enam kabupaten berpotensi hujan lebat. Sehingga bencana hidrometeorologi harus diwaspadai," jelas Rendi.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif