Bupati Mukomuko, Sapuan dan Wabup Wasri mendampingi anak yang mengikuti vaksinasi covid-19, Kamis, 20 Januari 2022. ANTARA/Ferri.
Bupati Mukomuko, Sapuan dan Wabup Wasri mendampingi anak yang mengikuti vaksinasi covid-19, Kamis, 20 Januari 2022. ANTARA/Ferri.

36,19% Warga Mukomuko Sudah Divaksin Lengkap

Nasional pandemi covid-19 vaksin covid-19 Protokol Covid-19 protokol kesehatan PPKM Darurat
Antara • 23 Januari 2022 21:17
Bengkulu: Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mencatat hingga kini sebanyak 59.424 orang atau 36,19% dari 164.208 warga yang menjadi sasaran sudah menerima penyuntikan vaksin covid-19 secara lengkap.
 
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, mengatakan mereka yang menerima vaksin lengkap terdiri atas 1.233 tenaga kesehatan, 42.603 petugas pelayanan publik, 2.986 warga lanjut usia (lansia), 7.305 orang remaja berusia 12-17 tahun, dua orang anak usia 6-11 tahun, dan 5.295 orang penerima vaksin gotong royong.
 
"Sebanyak 42.603 petugas pelayanan publik yang telah selesai menerima vaksinasi secara lengkap terdiri atas personel Kodim, Kepolisian, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, KPPN, Pengadilan Agama, wartawan, BPJS, pegawai pemerintah, BRI, aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum," kata Bustam di Mukomuko, Minggu, 23 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Aktivis 98 di Sulsel Dorong Erick Thohir Jadi Calon Presiden
 
Kemudian saat ini ada 122.389 orang warga yang telah menerima penyuntikan vaksinasi covid-19 tahap I yang terdiri atas 1.391 tenaga kesehatan, 85.526 petugas pelayanan publik, dan 5.612 lansia, dan 13.719 orang remaja berusia 12-17 tahun, anak usia 6-11 tahun 10.839 orang, dan 5.302 penerima vaksin gotong royong.
 
Sampai sekarang masih ada 62.965 tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, remaja, anak-anak, dan lansia yang telah menerima vaksin covid-19 dosis I tetapi belum menerima vaksin dosis II karena ada beberapa yang di antaranya belum sampai masanya dan kondisi kesehatannya belum memungkinkan.
 
"Ada warga yang belum menjalani vaksinasi covid-19 dosis kedua karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan dan ada warga dan anak-anak yang belum masanya menerima vaksin covid-19 dosis kedua," jelasnya.
 
Ia menyatakan penyuntikan vaksin covid-19 dosis pertama dan dosis kedua bagi tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, remaja, anak-anak, dan lansia akan tetap berlanjut sesuai dengan jumlah sasaran.
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif