Pembangunan Infrastruktur Papua Dinilai Belum Berdampak terhadap Kesejahteraan

Anggi Tondi Martaon 07 Juni 2018 11:25 WIB
berita dpr
Pembangunan Infrastruktur Papua Dinilai Belum Berdampak terhadap Kesejahteraan
Foto udara jalur Trans Papua, Wamena-Habema, Papua, Selasa (9/5/2017). Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso
Jakarta: Presiden Joko Widodo gencar membangun infrastruktur di Papua. Diharapkan, kesejahteraan masyarakat di Bumi Cendrawasih dapat meningkat.

Namun, upaya tersebut dinilai Anggota Komisi V DPR RI John Siffy Mirin, belum optimal. Percepatan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran di Papua dianggap belum membawa dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Papua secara keseluruhan.

Hal itu disampaikan oleh John dalam rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga 2019 bersama Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Desa PDT Eko Sandjojo. John menyebutkan, belum berdampaknya pembangunan infrastruktur terhadap kesejahteraan masyarakat Papua dapat dilihat dari daya beli yang justru kian lesu.


"Kalau bicara persoalan infrastruktur, Pak Presiden sudah membangun, tetapi pertumbuhan ekonomi menurun, ketimpangan ekonomi di Papua masih kita rasakan,” kata John Siffy.

Politikus F-PAN ini menyampaikan, ada beberapa indikator penurunan pertumbuhan ekonomi di Papua. Salah satunya, masyarakat kurang dilibatkan dalam sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari APBN maupun APBD. 

Menurutnya, perlu ada kebijakan pemerintah  terhadap masyarakat Papua agar ikut serta dalam pembangunan infrastruktur di tanah Papua, sehingga terjadi perputaran ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup warga lokal.

"Perlu kebijakan pemerintah untuk sungguh-sungguh lebih serius merangkul pelaku jasa konstruksi atau kontraktor daerah. Sebab, kalau mereka hanya menjadi penonton, sama saja angka pengangguran akan tetap tinggi,” ucap politikus Dapil Papua ini.

Ia menambahkan, semestinya pembangunan fisik di Papua selaras dengan pembangunan manusianya. “Supaya indeks pembangunan manusia yang rendah bisa ditingkatkan, angka pengangguran yang tinggi bisa diturunkan, kemiskinan bisa diberantas dengan baik. Pembangunan manusia lebih dibutuhkan."

Pada sisa masa pemerintahan Joko Widodo yang tinggal satu tahun lagi, John berharap implementasi tol laut dapat berjalan dengan optimal. Keberadaan tol laut dapat menekan biaya angkut dan disparitas logistik.

"Kalau bisa pada anggaran tahun 2019, pemerintah berorientasi terhadap janji-janji Presiden Jokowi agar bisa dituntaskan,” kata dia.



(ROS)