Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cendewarasih Mayjen TNI, Herman Asaribab. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)
Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cendewarasih Mayjen TNI, Herman Asaribab. (Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin)

Pengamanan di Freeport Diperketat Pascateror KKB

Nasional kelompok bersenjata di papua
Roylinus Ratumakin • 01 April 2020 20:14
Jayapura: Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cendewarasih Mayjen TNI, Herman Asaribab, menegaskan, pengamanan di kawasan PT Freeport Indonesia diperketat pascapenembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Joni Botak dan rekannya Guspi Waker.
 
Herman mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan kepolisian guna mempertebal pengamanan pascateror KKB yang menewaskan satu pegawai Freeport asal Selandia Baru, Graeme Thomas Weal.
 
“Melihat situasi yang terjadi Kuala Kencana, kami telah berkoodinasi dengan kepolisian untuk membantu sistem pengamanan, khususnya di area tambang,” kata Asaribab, Rabu, 1 April 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menambahkan pihaknya telah membuat analisis dan evaluasi pengamanan di area Freeport.
 
Baca juga: Nihil Pos Keamanan di Lokasi Penembakan Freeport
 
“Untuk mengantisipasi penyerangan KKB, TNI-Polri perlu mematangkan sinergitas dalam melakukan upaya pengejaran,” jelasnya.
 
Waterpauw menduga serangan KKB dilakukan terencana dan sistematis. Penyerang yang disinyalir berjumlah delapan orang telah memahami situasi di sekitar PT Freeport Indonesia.
 
“Perkiraaan kami, memang sudah digambarkan sama mereka (KKB), jadi kami dalami penyerangan ini,” katanya.
 
Atas kejadian itu manajemen PT Freeport meliburkan aktivitas kerja di Kuala Kencana dan segera melakukan evaluasi penuh dengan berkoordinasi bersama semua pihak termasuk Satgas Amole.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif