Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Istimewa)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (Foto: Istimewa)

Khofifah Pertimbangkan PSBB se-Provinsi Jatim

Nasional Virus Korona PSBB
Amaluddin • 14 Mei 2020 13:33
Surabaya: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masih mengkaji opsi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) se-provinsi, menindaklanjuti rekomendasi Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB).
 
"Kalau misalnya sekarang rekomendasi PSSB se-Jawa, mungkin ada pertimbangan-pertimbangan secara spesifik bagaimana menghentikan pergerakan virus covid-19," kata Khofifah, di Surabaya, Kamis, 14 Mei 2020.
 
Ia belum bisa memastikan, apakah akan menjalankan rekomendasi tersebut atau sebaliknya. Khofifah mengaku masih akan berdiskusi dengan para pakar epidemiologi, untuk mendapat masukan perhitungan terkait urgensi penerapan PSBB se-provinsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya akan sampaikan kepada tim pakar epidemologi dulu, karena mereka yang dari awal memang memberikan rekomendasi kepada kami. Jadi, tinggal sinkronisasi saja," jelas dia.
 
Baca juga:Warga Papua Berkeliaran Setelah Pukul 14.00 Ditindak
 
Kendati demikian, Khofifah berencana mencari alternatif lain selain PSBB. Sebab tujuan utama pemprov saat ini menekan dan memutus mata rantai penyebaran covid-19. Salah satunya mengintensifkan 3T yakni test, tracing, dan treatment.
 
"Menurut saya treatment sangat menentukan percepatan menghentikan (sebaran virus) yang tepat secara masif. Tracing yang cepat dan treatment yang tepat akan mempercepat kesembuhan dan penghentian penyebaran covid-19," katanya.
 
Ia menambahkan, bersama tim Gugus Tugas Covid-19 Jatim, berupaya keras dapat melakukan tes secara masif, agar dapat segera memberikan penanganan. Sebab saat ini masih banyak warga berstatus orang tanpa gejala (OTG) positif covid-19 namun tetap beraktivitas.
 
"Padahal presentase OTG yang potensial menjadi positif itu makin tambah. OTG ini pembawa. Mereka menyebarkan virus tetapi orang lain tidak melihat tanda-tanda itu, mereka baru tahu kalau sudah ditracing," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif