Ilustrasi. Pengirman pasokan air bersih ke desa terdampak musim kemarau. Medcom/Rhobi
Ilustrasi. Pengirman pasokan air bersih ke desa terdampak musim kemarau. Medcom/Rhobi

47 Desa di Jepara Siaga Darurat Kekeringan

Nasional kemarau dan kekeringan
Rhobi Shani • 31 Agustus 2020 14:38
Jepara: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah selesai melakukan pemetaan wilayah kekeringan. Hasilnya, sebanyak 47 desa di Kota Ukir siaga darurat kekeringan.
 
Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Kusmiyanto, mengatakan hasil pemetaan itu telah tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Jepara Nomor 360/287 Tahun 2020 tertanggal 28 Juli 2020. Wilayah siaga darurat kekeringan itu di antaranya di Kecamatan Kedung ada enam desa dan di Kecamatan Nalumsari, Mayong, dan Keling masing-masing lima desa.
 
“Sampai saat ini sudah ada laporan (kekeringan, red.) dari empat desa. Kami belum melakukan pengiriman air bersih karena belum ada surat permintaan,” ujar Kusmiyanto, Senin, 31 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah desa siaga darurat kekeringan tahun ini lebih banyak jika dibanding desa yang mengalami kekeringan tahun lalu. Sejak tiga tahun terakhir kekeringan di Kota Ukir terus meluas.
 
Pada 2017, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih hanya enam. Tahun berikutnya meningkat menjadi 15 desa. Kemudian tahun 2019 ada 33 dan empat kelurahan yang mengalami krisis air bersih.
 
BPBD Kabupaten Jepara menyiapkan anggaran Rp24 juta untuk penanganan kekeringan. Itu dialokasikan untuk pembelian air bersih. Tandon air dan truk tangka juga sudah disiapkan untuk memasok air bersih.
 
“Tandon air yang 1.000 liter ada 35 dan truk tangki 5.000 liter,” kata Kusmiyanto.
 

 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif