NEWSTICKER
Pelontar ujaran kebencian terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dzikria Dzatil, di Mapolrestabes Surabaya, Jatim. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)
Pelontar ujaran kebencian terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Dzikria Dzatil, di Mapolrestabes Surabaya, Jatim. (Foto: Medcom.id/Syaikhul Hadi)

Nasib Penghina Risma Tergantung Hasil Gelar Perkara

Nasional pencemaran nama baik
Amaluddin, Syaikhul Hadi • 11 Februari 2020 15:54
Surabaya: Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur segera melakukan gelar perkara terkait kasus penghinaan oleh Zikria Dzatil, 43, terhadap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Hasil gelar perkara akan menentukan nasib tersangka Zikria.
 
"Kami tunggu hasil gelar perkara dulu. Saya bukan ahli hukum. Sehingga saya akan meneruskan fakta yang kita dapat dari kasus tersebut," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, di Surabaya Selasa, 11 Februari 2020.
 
Truno melanjutkan pihaknya juga akan meminta keterangan ahli, lantaran dua kasus menjerat tersangka. Yakni delik aduan dan delik umum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Truno, jika perkara yang menjerat Zikria ini terkait dengan pasal penghinaan (KUHP), maka termasuk dalam delik aduan. Namun jika terkait pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), maka termasuk dalam delik umum.
 
"Maka itu kita akan tanyakan ke Polrestabes Surabaya terkait dengan ahli tentunya. Ahli bisa saja menetapkan itu ada dua delik. Baik itu delik aduan maupun delik secara umum. Makanya nanti kita lakukan gelar perkara dulu," ujarnya.
 
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi mencabut laporan yang ditujukan kepada Zikria Dzatil. Surat pencabutan laporan diantarkan langsung oleh Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya, Ira Tursilowati ke Polrestabes Surabaya.
 
Zikria dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) dan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tersangka juga disangka Pasal 310 KUHP ayat (1) dan (2) tentang pencemaran nama baik. Ancamannya yakni penjara 1 tahun 4 bulan atau 9 bulan penjara.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif