Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Seorang Warga di Jember Tewas Dalam Ledakan Petasan

Nasional ledakan
Antara • 27 Mei 2020 22:38
Jember: Polisi menyelidiki ledakan petasan yang menewaskan satu orang tewas dan melukai dua orang di Desa Wonojati, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Rabu, 27 Mei 2020. Ledakan terjadi di salah satru rumah produsen petasan.
 
"Awalnya kami mendapatkan laporan dari orang tua salah satu korban terkait dengan adanya ledakan petasan yang terjadi di Dusun Beringin Lawang, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah," kata Kapolsek Jenggawah AKP Sunarto di Jember, Rabu, 27 Mei 2020.
 
Korban yang meninggal di lokasi kejadian adalah Sukarto,55, warga Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah. Korban adalah pembuat petasan dan berdasarkan catatan kepolisian yang bersangkutan merupakan residivis kasus kepemilikan petasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Korban pernah menjalani hukuman selama dua tahun penjara karena kedapatan menjual petasan dan memang pekerjaannya membuat dan menjual petasan di wilayah setempat," ungkapnya.
 
Sedangkan dua korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah dua orang pelajar di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Jenggawah berinisial SR, 15, warga Desa Wonojati-Kecamatan Jenggawah dan RF,15, warga Desa Mangaran, Kecamatan Ajung.
 
"Kedua korban yang terluka merupakan pembeli petasan yang masih anak-anak. Dua korban yang mengalami luka-luka dilarikan ke Puskesmas Jenggawah, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung," ucapnya.
 
Ia menjelaskan kasus ledakan petasan itu berawal dari dua pelajar yang membeli petasan cukup besar dengan diameter 10 hingga 15 sentimeter dengan tinggi 25 sentimeter sehari sebelum Lebaran. "Namun, saat dinyalakan pada Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah, petasan tersebut sumbunya mati dan tidak meledak, sehingga pembeli tersebut siang tadi mengembalikan petasan ke penjual untuk dikasih sumbu baru," ujarnya.
 
Korban langsung mengambil dan membetulkan petasan itu dengan bor listrik. Percikan api memicu ledakan yang cukup besar hingga menyebabkan korban terluka parah dan meninggal di lokasi kejadian.
 
"Peristiwa ledakan itu baru dilaporkan malam hari dan tempat kejadian perkara sudah dirusak dan korban sudah pindah dari TKP, serta bekas ledakan sudah dibersihkan oleh warga setempat," tuturnya.
 
Namun dari hasil olah TKP, lanjut dia, polisi menemukan beberapa barang bukti di antaranya sisa serpihan kertas yang diduga sebagai pembalut petasan, swab darah yang ditemukan di dinding dapur dan kamar, residu petasan yang menempel di dinding dapur, dan serpihan daging yang menempel di dinding rumah korban.
 
"Tirai warna biru putih yang ada bercak darah di rumah korban, dua obeng warna biru dan hitam, serta tempat sampah yang berisikan serpihan kertas yang diduga bekas dari kertas petasan," ujarnya.
 
Sunarto mengatakan Polsek Jenggawah sudah meminta keterangan sejumlah saksi yang diduga mengetahui peristiwa ledakan petasan yang terjadi di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah tersebut.
 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif